![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - LSM Mas Jaka bersama puluhan warga Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi demo di atas jembatan Sengai Pemali, Rabu 13 Juli 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Selain aksi demo, mereka juga menggelar aksi teatrikal dengan mengenakan kain mori layaknya pocong.
Dari pantuan PanturaNews, kain mori yang dikenakan para pendemo tersebut juga dilumuri cat merah. Aksi ini sebagai simbol bahwa tidak sedikit warga maupun pengguna jalan di pantura Brebes yang mengalami kecelakaan, hingga meninggal dunia, akibat kemacetan arus kendaraan yang dipicu oleh perbaikan jembatan Pemali yang hingga kini tak kunjung selesai. Mereka juga sempat marah kepada pelaksana proyek jembatan Pemali yang dianggap tidak profesional dalam memperbaikinya.
Dalam aski tersebut juga dikawal oleh puluhan petugas polisi setempat. Bahkan Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto dan Asisten I Setda Brebes, Drs. HM. Supriyono juga turun ke lapangan melihat aksi yang dilakukannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Koordiantor aksi, Aris Hada Sa'ada mengatakan, aksi yang dilakukan adalah sebagai bentuk protes terhadap pelaksana proyek jembatan Sungai Pemali maupun Bina Marga, karena perbaikan jembatan kota bawang tersebut sejak digarap pada 24 Maret 2011 lalu, hingga kini belum juga selesai. Akibatnya kemacetan arus kendaraan terus terjadi di sepanjang jalur pantura Brebes.
"Kami melakukan aksi ini, menuntut kepada pelaksana proyek agar perbaikan jembatan Pemali selesai dikerjakan pada 01 Agustus 2011 mendatang. Kalau perbaikan jembatan tidak selesai sesuai dengan permintaan kami, maka kami akan mengerahkan massa yang jumlahnya lebih banyak lagi," ujarnya.
Menurut Hada, desakan perbaikan jembatan Pemali supaya dipercepat, agar kemacetan arus kendaraan tidak terus terjadi. Kerana jika tidak segera selesai, maka selain kerugian materi yang banyak bagi seluruh lapisan masyarakat Brebes, juga dikhawatirkan akan menambah jumlah korban kecelakaan.
Sementara pengawas proyek jembatan Sungai Pemali yang dikerjakan oleh rekanan dari PT Wasis Karya Nugraha, Ruslan Abdul Gani mengungkapkan, pihaknya akan berupaya maksimal dalam melaksanakan proyek perbaikan jembatan. "Saya akan berupaya maksimal. Mudah-mudahan akhir bulan Juli ini sudah selesi dikerjakan," tuturnya.
Menurut Ruslan, lambatnya perbaikan jembatan tersebut akibat faktor pengiriman besi plat orto tropis dari pabrik yang terlambat, karena harus antri. Sebenarnya, kata Ruslan, ada tiga jembatan di pantura Brebes yang diperbaiki oleh PT Wasis Karya Nugraha, yakni jembatan di Pakijangan Kecamatan Bulakamba, jembatan di Balaikambang Kecamatan Wanasari dan jembatan Pemali.
"Kalau untuk jembatan di Pakijangan sudah selesai dikerjakan tiga minggu yang lalu. Sedangkan jembatan di Balaikambang rencananya akan selesai dikerjakan dua minggu lagi. Sementara untuki jembatan Pemali sendiri, akan kami usahakan selesai pada akhir bulan Juli ini," terangnya.