![]() |
|
|
PanturanNews (Brebes) - Target perolehan siswa baru SMA Negeri Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, pada tahun ajaran baru 2011-2012 ini tidak tercapai. Sebelumnya ditargetkan bisa mendapatkan siswa untuk empat kelas, ternyata jumlah siswa yang mendaftar dan diterima hanya bisa untuk mengisi tiga ruang kelas.
"Tahun ajaran ini hanya ada 95 siswa yang masuk dan hanya cukup untuk tiga kelas saja," kata Kepala SMA Negeri Sirampog, Muhamad Royani, Senin 11 Juli 2011 siang.
Sebelumnya, SMA Negeri Sirampog mentargetkan jumlah siswanya pada tahun jaran ini bisa mencapai 120 anak, atau untuk mengisi empat ruang kelas. Target empat kelas itu dimaksudkan untuk menutup tahun ajaran sebelumnya yang hanya mampu mendapat siswa untuk dua ruang kelas. "Tahun kemarin hanya dapat 75 siswa, semestinya tahun ini bisa dapat diatas seratus, tapi ternyata hanya ada 95 siswa," ujar Royani.
Menurutnya, meski statusnya sebagai sekolah negeri, sekolahnya cukup berat untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Karena masih tergolong sekolah baru dan di wilayah Kecamatan Sirmpog juga ada empat SMK. "Kita tahu SMK promosinya cukup gencar, sehingga kebanyakan siswa lebih memilih di SMK," ucap Royani.
Selain itu, kondisi masyarakat sekitar juga banyak yang ekonominya rendah, sehingga ada yang merasa tidak mampu untuk menyokahkan anaknya sampai ke tingkat SLTA. Bahkan karena persoalan ekonomi, ada beberapa siswa yang terpaksa tidak bisa melanjutkan. "Sejak berdiri dua tahun lalu hingga kini ada 14 anak yang mengundurkan diiri karena alasan ekonomi," ungkap Royani.
Upaya sekolah untuk tetap mempertahankan siswa yang orangtauanya tidak mampu itu sudah ditempuh. Mulai membebaskan uang Komite dan sumbangan lainnya juga tidak membuahkan hasil. "Alasnnya mereka tidak punya uang untuk ongkor perjalanan ke sekolah," pungkas Royani.