Guru Resah, Tunjangan GTT Mendadak Berubah
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 06/07/2011, 08:52:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) – Tanpa alasan yang jelas, tunjangan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) tahun 2011 di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang bersumuber dari APBN dan APBD itu mendadak berubah. Hal ini membuat GTT calon penerima resah.

Mashudi, GTT di SMA Negeri Ketanggungan mengatakan, para GTT yang selama ini mendapatkan tunjangan kesejahteraan dari sumber APBN mendadak berubah bersumber dari APBD. Padahal, nominal antara kedua sumber itu berbeda. Untuk penerima tunjangan dari APBN, setiap GTT mendapatkan Rp 225.000/ bulan. Sedangkan dari APBD hanya Rp 150.000/bulan.

“Ini jelas merugikan, karena nominalnya turun. Saya sejak pertama menerima tunjangan kesejahteraan ini masuk APBN, tetapi sekarang tidak masuk,” keluhnya, Rabu 06 Juli 2011.

Menurut dia, perubahan data penerima itu setiap tahun mengalami perubahan. Informasi di Dinas Pendidikan Pemkab Brebes, perubahan itu terjadi akibat kuota penerima APBN berkurang. Sementara dari data yang ada ternyata kurang falid, karena data yang diusulkan hanya kopi paste dari terdahulu. Itu terbukti data usulan yang disampaikan tanpa melihat masa kerja. Padahal, syarat penerima APBN minimal memiliki jam mengajar 24 jam dan masa kerja hingga Januari 2005 sudah satu tahun.

“Saat ini pencairan tunjangan kesejahteraan dari APBN masih dalam proses. Karena itu, kami meminta datanya ditinjau ulang. Sebab, banyak GTT yang resah dan dirugikan,” tandasnya.

Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Wijanarto SPd menambahkan, terkait persoalan itu lembagannya kerap mendapatkan pengaduan. Persoalanya terjadi pada kuota APBD dan APBN yang selalu berubah-ubah. Karena itu, dibutuhkan konsistensi dengan melihat lamanya jam mengajar.

“Kami sampai sekarang juga belum menerima kejelasan siapa yang mempunyai kewenangan merubah GTT penerima APBN masuk ke APBD,” terangnya.