![]() |
|
|
PanturaNews (Pekalongan) - Wartawan sebuah stasiun radio swasta, Arya, korban pemukulan oleh oknum polisi saat gelar Konser The Virgin dan Five Minutes, Sabtu 02 Juli 2011 malam, akhirnya melapor ke Seksie Pro Pam Mapolres Pekalongan Kota, Jawa Tengah, Senin 04 Juli 2011. Keputusannya itu mendapat dukungan dari sejumlah rekan wartawan Kota Pekalongan dari berbagai media yang turut mengantar ke Mapolres Pekalongan Kota.
Sebelumnya, Arya bersama sekira 20 wartawan melakukan audensi ke sejumlah pejabat Polres Pekalongan Kota. Dalam audensi yang berkesan familiar itu, Wakapolres Pekalongan Kota Kompol Budiharto yang didampingi Kasat Binmas, AKP Sumarjo, Paur Humas Iptu Sumarso, dan Kabagops Kompol Sulistiyo, menyatakan sepakat mengambil pelajaran dari ekses penyelenggaraan konser di lapangan Sorogenen, Kota Pekalongan tersebut.
“Kita akan berusaha lebih baik lagi dalam hal perizinan dan pengamanan konser musik,” ujar Kompol Budiharto.
Pada kesempatan itu pula, Kompol Budiharto menyatakan permohonan maaf kepada jajaran wartawan atas insiden pemukulan yang menimpa Arya. Bahkan untuk mempertegas itikad baik polisi, Wakapolres menyarankan Arya melapor ke Pro Pam, dan menjamin kasus yang dialaminya akan ditindaklanjuti.
“Atas nama komando saya mohon maaf. Semoga peristiwa ini tak mengurangi hubungan baik yang selama ini terjalin. Kasus pemukulan ini akan kita selesaikan secara prosedural, proporsional dan profesional,” tegasnya.
Lebih jauh Kompol Budiharto mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya insiden fisik dalam sebuah pertunjukan konser musik ataupun pertunjukan lainnya, pihaknya akan lebih memperketat perijinan dengan maksud agar panitia penyelenggara konser lebih berhati-hati, serta waspada terhadap kemungkinan terjadinya insiden penonton hingga membahayakan keselamatan bersama.
“Mestinya dalam sebuah pertunjukan konser musik atau sejenisnya, penonton itu dilarang keras membawa benda tajam, benda keras maupun tongkat bambu yang alasannya untuk pengait bendera symbol grup musik idolanya. Penyelenggara konser juga diminta harus menjual tiket seminggu sebelum hari pertunjukan grup musik nasional yang akan pentas di Kota Pekalongan. Dalam pentas kemarin padahal kami sudah kerahkan 400 personil,” tegasnya.