![]() |
|
|
Panturanews (Kajen) - Pasca Pemilukada Kabupaten Pekalongan 01 Mei 2011 lalu, Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hingga kini masih 'sakit'. Pasalnya, partai berlambang pohon beringin ini hanya mampu mendulang suara dalam Pemilukada Kabupaten Pekalongan sebesar 2,8 persen.
Padahal partai ini mempunya 6 kursi di DPRD Kabupaten Pekalongan. Penurunan perolehan suara yang cukup drastis dari yang di targetkan itu, diduga kuat karena adanya oknum elit politik tertingi di tubuh partai di lingkungan DPD ini, yang tak konsisten dan konsekwen dalam mengamankan dan menjalankan rekomendasi DPP, untuk mensukseskan pasangan yang di usung oleh partai yang cukup populer di massa orde baru itu.
"Kami sangat menyayangkan kejadian sikap oknum pimpinan yang dinilai tidak konsekwen dan konsisten terhadap Partai Golkar di Kabupaten Pekalongan ini, karena diduga oknum itu merapat ke calon lain" ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, Hamas Mantoha usai kegiatan Kaderisasi bertemakan bentuk Karakterdes untuk memenangkan Pemilu, Pemilukada dan Pilpres, Sabtu 02 Juli 2011 sore.
Hamas mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil rekomendasi dari DPD I Jawa Tengah terhadap dugaan kasus indisipliner yang di lakukan oknum pucuk pimpinan di tubuh DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan. Pihaknya hanya berharap kepada DPD I untuk menyelesaikan kasus ini seadil-adilnya. Jika terbukti bersalah maka harus diberikan sanksi seadil-adilnya pula, jika tidak juga harus dipulihkan nama baiknya, karena hal ini sangat berpengaruh bagi keyakinan dan semangat kader partai untuk bangkit kembali di masa mendatang.
"Sekarang ini ibaratnya Partai Golkar sedang sakit, karena itu mesti kita sembuhkan antara lain dengan mengadakan karakterdes seperti ini. Karena itu saya berharap DPD I segera melakukan langkah untuk dasar penyelesaian masalah ini seadil-adilnya, agar semangat kader partai di daerah bangkit kembali," harapnya.
Hamas menambahkan, sikap mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, Hj Nurbalistik oleh beberapa PK adalah untuk membantu DPD I guna menyelesaikan masalah ini secara adil. "Sebenarnya sikap beberapa PK hanya minta keadilan saja," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, bertepatan dengan pelantikan Bupati Pekalongan, Drs H Amat
Antono MSi dan Wakil Bupati Fadia Arafiq pada, Senin 27 Juni 2011, di Gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, ratusan orang yang terdiri dari Pimpinan Kecamatan (PK), Pimpinan Desa (PD) berkumpul dan berorasi dengan membawa puluhan poster yang berisi kecaman kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, Hj Nurbalisitik.
Pasalnya, mereka menilai Hj Nurbalistik telah indisipliner dalam menjalankan amanah dari
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar soal rekomendasi calon bupati Pekalongan.
Salah satu Pimpinan Kecamatan Kandang Serang, Besar Sugiyo Pranoto dalam orasinya mengatakan, diduga keras Hj Nurbalistik telah melakukan maneuver politik yang tidak selaras dengan cita-cita Golkar, dan disinyalir telah menjual kepada yang lain.
Besar Sugiyo dan massa yang lain menuntut agar Hj Nurbalistik mundur dari jabatan Ketua Partai
berlambang pohon beringin itu. Dia juga akan melakukan penyegelan gedung DPD Partai Golkar.