![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Keberadaan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Brebes terus tertekan oleh pasar modern (Minimarket). Dari data yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saat ini sudah ada 44 minimarket yang telah beroperasi sejak tahun 2008. Bahkan untuk tahun 2011 ini, sudah ada tiga pengajuan ijin prinsip ke KPPT perihal pendirian minimarket.
Kepala KPPT Kabupaten Brebes, Sugiyanto S.Ip saat ditemui di kantornya, Jumat 01 Juli 2011, mengatakan dari daftar penerbitan ijin tempat usaha (HO) peruntukan toko modern, minimarket atau supermarket sejak tahun 2008 lalu ada 44 tempat yang sudah menjalankan usahanya. Mereka tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Bahkan untuk tahun 2011 ini, kembali ada tiga pengajuan ijin yang dilayangkan ke KPPT.
Mengingat adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 006 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, maka pemberian ijin prinsip harus mengacu kepada peraturan tersebut. Sugiyanto mengaku, sesuai dengan Perbup, pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern harus berjarak paling sedikit 500 meter dari pasar tradisional.
"Dengan adanya peraturan tersebut, maka kami harus lebih cermat sebelum mengeluarkan ijin
prinsip, khususnya dalam pendirian pasar modern atau minimarket," katanya.
Ia mengaku, meski sudah ada Perbup 006, mamun untuk saat ini masih ada peluang para pengusaha dalam mendirikan usaha toko modern atau minimarket. “Asalkan pendiriannya tidak mengganggu kegiatan pasar tradisional, maka mereka masih bisa mendirikan usaha tersebut," jelasnya.
Sesuai daftar pengajuan ijin yang masuk di KPPT tahun 2011 ini, ketiga pasar modern atau
minimarket akan berdiri di Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Desa Kalisalak, Kecamatan Sirampog dan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba. Meski sudah ada 44 minimarket yang telah berdiri, namun jumlah tersebut masih tergolong sedikit dibandingkan dengan daerah lain.
"Bahkan untuk Kota Tegal sendiri yang hanya memiliki empat kecamatan, saat ini ada sekitar 50-an usaha serupa yang telah berdiri," beber Sugiyanto.