![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Kegiatan pelapisan aspal kembali atau overlay pada pavement jalan raya yang selama ini dilakukan Pemkot Tegal, Jawa Tengah, dinilai sangat tidak efektif dan cenderung tidak mendukung efesiensi anggaran. Teknik overlay itu sudah seharusnya diganti dengan teknik patching atau penambalan, khususnya pada kondisi kerusakan jalan di bawah 30 persen.
Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Abdullah Sungkar, Rabu 29 Juni 2011.
“Saya mengusulkan agar kegiatan overlay pada pavement jalan raya ditiadakan pada tahun anggaran 2012. Sebagai gantinya adalah perawatan pavement jalan dengan teknik patching atau penambalan pada kondisi jalan rusak di bawah 30 persen yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya,” kata Sungkar.
Menurut Sungkar, pergantian sistem perawatan jalan raya dengan menggunakan teknik patching itu akan berdampak terhadap penghematan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (DPU) hingga Rp 5 milyar setiap tahunnya. “Saya sangat yakin akan ada penghematan anggaran hingga Rp 5 milyar setiap tahunnya,” ujarnya.
Sementara dikatakan, di tahun 2011, kegiatan perawatan jalan yang dilakukan masih parallel dengan volume pekerjaan jalan yang masiv, dikarenakan ada suplai dana pemerintah pusat. Dan hal itu tidak lantas disebut sebagai strategi kebijakan efesiensi anggaran.
“Untuk tahun 2012 bisa kita lihat nanti realisasi di dalam KUA-PPAS, RAPBD-nya,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, secara terpisah Kepala DPU Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono saat dikonfirmasi mengatakan, pada prinsipnya sependapat dengan usulan yang dilontarkan Sungkar. Yaitu pengalihan teknik dari sistem pelapisan kembali ke sistem penambalan.
“Saya sependapat dengan usulan itu, di tahun 2011 ini sebenarnya teknik penambalan pavement jalan sudah diberlakukan. Salah satu contohnya adalah pemeliharaan jalan pada ruas Jalan Kapten Sudibyo ,” tandas Gito.