Paham Jihad Yang Keliru Hanya Melahirkan Teror
TK-Takwo Heriyanto
Selasa, 28/06/2011, 04:22:00 WIB

Ratusan masyarakat mengikuti Istighosah 65 tahun Polri di Markas Polres Brebes. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun menilai keimanan tidak akan sempurna kalau tidak ada keamanan. Sehingga perlu ada jaminan keamanan dari negara ditengah kehidupan beragama.

“Teror dan anarkisme wajib dihilangkan oleh negara, dalam hal ini pihak keamanan untuk menyempurnakan ibadah kita,” terang KH Subekhan Makmun saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada Istighosah 65 tahun Polri di Markas Polres Brebes, Senin 27 Juni 2011 malam.

Paham jihad yang keliru, lanjut Kiai Subekhan, hanya melahirkan teror dan anarkisme. Padahal jihad yang sesungguhnya untuk menarik hidayah. Bukan perang, yang kalah jadi abu yang menang jadi arang.

“Tujuan jihad, untuk mendapatkan hidayah maka yang diperlukan adalah dengan pengungkapan dalil-dalil lewat pengajian, tanpa perang,” ujar Kiai Subekhan.

Istighosah yang digelar halaman Mapolres Brebes itu, diikuti ribuan masyarakat Brebes beserta keluarga Besar Polri dan Bupati Brebes H Agung Widiyantoro. Istighosah dipimpin oleh sembilan ulama Kabupaten Brebes, antara lain ulama kharismatis Brebes, KH Subekhan Makmun, KH Labib Sodiq, KH Rosyidi, KH Jumhur, KH Said Basalamah.

Kapolres Brebes, Kif Aminanto mengajak warga masyarakat untuk menyadari diri pentingnya keamanan. Termasuk bersama-sama menjaga keamanan dilingkungannya masing-masing, dengan sesegera mungkin melaporkan keadaan kepada pihak keamanan bila ditengarai ada hal-hal ganjil disekitarnya.

“Kami sangat membutuhkan kerja sama dengan semua pihak agar kami bisa melaksanakan tugas keamanan dengan sebaik-baiknya,” pintanya.