Warga Cemas, Erosi dan Abrasi Sungai Kian Parah
TK-Takwo Heriyanto
Minggu, 26/06/2011, 10:26:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Sigeleng di wilayah Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, semakin cemas menyusul erosi dan abrasi sungai yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Terlebih jika sungai banjir maupun terjadi rob, mereka tidak bisa tidur karena air meluap hingga pekarangan penduduk.

“Saya takut karena batas sungai tidak terlihat,” ujar Saidah Suparman (60) warga Desa Randusanga Kulon yang bermukin hanya beberapa meter dari sungai yang sering meluap, Minggu 26 Juni 2011.

Menurutnya, arus Sungai Sigeleng cukup deras sehingga para warga jika sungai banjir tidak berani mendekat. Terlebih saat cuaca buruk, atau angin barat yang ditambah dengan adanya rob membuat seisi rumahnya terendam. Tak terkecuali dengan sejumlah penduduk lain yang mengalami hal sama.

“Kalau cuaca lagi buruk, dan terjadi malam hari kondisinya sangat menakutkan karena suara air sangat keras,” katanya.

Pada saat seperti itu penduduk semakin ketakutan. Apalagi kondisi bantaran sungai di wilayah itu telah hanyut terkikis. Tak terkecuali dengan pekarangan penduduk juga semakin terkikis, tidak adanya penahan ataupun bronjong yang melindunginya.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Ahmad Zaeni menambahkan bahwa memang kondisinya sudah sangat menghawatirkan. Dan kondisi ini membuat dirinya terus berulangkali meminta kepada dinas terkait untuk bisa memberikan pekerjaan dalam penanganan erosi dan abrasi di lingkungannya yang semakin parah.

''Seperti pada rumah salah satu warga yang sebelumnya mendapatkan bantuan rehab oleh Pemerintah. Namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, karena rumah tersebut kini terancam dengan kondisi lingkungan yang kini sudah dikepung dengan air sungai,'' katanya.

Ditambahkan solusi dalam menghadapi terjadinya erosi dan abrasi yang kian parah, dan selalu menghantui warganya, pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk bisa membuatkan bronjong atau penahan kondisi tanah. Baik itu, arah di jalan menuju OW Parin, maupun di sekitar rumah warga.

''Seperti pada jalan kondisi menuju arah OW Parin juga sangat kritis. Sebab, bahu jalan yang ada sudah habis terkikis oleh derasnya sungai Sigeleng. Demikian pada saat rob tiba yang selalu membawa bongkahan tanah sekitar sungai,'' pungkasnya.