![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sedikitnya terdapat 21 desa dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rawan terjadi konflik antar desa. Demikian ditegaskan Kepala Kesatuan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) Kabupaten Brebes, Drs. H. Rais Khana kepada PanturaNews, Kamis 23 Juni 2011, di ruang kerjanya.
Berdasarkan catatan yang dimiliki, desa dan kelurahan yang rawan terjadi konflik, diantaranya dari Kecamatan Brebes, yakni Desa Randusanga Kulon, Sigambir, Kaliwlingi, Kedunguter, Tengki, dan Kelurahan Limbangan Kulon dan Wetan serta Pasarbatang.
Dari Kecamatan Wanasari, Desa Pebatan dan Pesantunan. Kemudian Kecamatan Losari, Desa Losari Lor. Kecamatan Banjarharjo, Desa Ciawi dan Cikuya.. Selanjutnya Kecamatan Ketanggungan, Desa Cikeusal Lor dan Kidul serta Pamedaran. Begitu juga di Kecamatan Larangan yang rawan konflik, yakni di Desa Larangan.
"Semua desa tersebut merupakan desa yang seringkali terjadi tawuran antar desa. Penyebabnya, biasanya hanya gara-gara masalah gesekan antar pemuda atau warga yang dianggap sepele saja," tutur Rais Khana.
Menurutnya, selain itu juga terdapat desa yang rawan dengan kasus Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA), yakni tiga desa di Kecamatan Bantarkawung. Ketiga desa itu adalah Desa Sindang Wangi, Jipang dan Pengarasan. "Disebut dearah rawan SARA, karana sebelumnya pernah terjadi kasus penistaan agama," tuturnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik, pihaknya bekerjasama dengan aparat keamanan akan terus berupaya melakukan himbauan, arahan maupun sosialisasi terhadap warga, agar sama-sama menjaga kondusifitas desa dan kerukunan masyarakat bersama.