Operasi Sumbing Bibir Gratis, Pecahkan Rekor MURI
KN-Kuntoro
Minggu, 19/06/2011, 00:10:00 WIB

Ketua Tim Penggerak PKK Brebes, Amy Agung Widyantoro menerima penghargaan rekor MURI. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu 18 Juni 2011 malam, setelah memecahkan rekor untuk penyelenggaraan operasi sumbing bibir dan langit-langit secara gratis dengan peserta

terbanyak.

Pemberian penghargaan dilakukan di pendopo rumah dinas Bupati Brebes, dihadiri Bupati Brebes Agung Widyantoro, para pejabat setempat serta para ibu PKK.

Piagam penghargaan ini diberikan kepada Tim Penggerak PKK dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Brebes. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Rumah Sakit Permata Sari, Semarang, sebagai pemrakarsa dan penyelenggara kegiatan ini, serta BRI Cabang Brebes

sebagai penyelenggara pendukung.

Deputi Manajer MURI, Roro Desi Dwi Anasti, usai memberikan penghargaan, mengatakan rekor MURI serupa sebelumnya dipegang Pemkab Riau, Sumatera. "Waktu itu Pemkab Riau tercatat berhasil mengoperasi penyandang bibir sumbing sebanyak 125 orang, yang dilakukan Kapolda

Riau pada tahun 2009 bersama RH Klinik. Namun, jumlah tersebut kini telah dipatahkan Kabupaten Brebes dengan jumlah 176 pasien," ujar Roro.

Menurut Roro, untuk bisa memecahkan rekor serupa, pemegang rekor baru harus melebihi minimal 10 persen dari jumlah pemegang rekor sebelumnya. "Ini artinya Pemkab Brebes memang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemegang rekor baru dalam  jumlah penyandang bibir

sumbing yang berhasil diopersi," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roro meyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Djaya Suprana sebagi "bos" Muri. "Pak Djaya berhalangan hadir karena kondisi kesehatan beliau sedang terganggu," cetusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 314 orang penderita bibir sumbing mengikuti proses kegiatan ini. Setelah melalui pemeriksaan awal (scaneering), program yang dikhususkan untuk warga yang hidup di bawah garis kemiskinan atau peserta jaminan kesehatan masyarakat

(jamkesmas) ini, akhirnya menetapkan 176 pasien yang layak untuk dioperasi.

Kegiatan itu merupakan kerja sama antara pemerintah daerah melalui Tim Penggerak PKK Brebes dan RSUD, dengan Rumah Sakit Permata Sari Semarang, serta BRI Cabang Brebes. Panitia melibatkan 15 dokter serta 25 tenaga medis dan paramedis.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Amy Agung Widyantoro, mengatakan pihaknya tidak pernah berpikir jika kegiatan ini akan memperoleh penghargaan rekor MURI. Ia hanya mencoba memaksimalkan kesempatan kerjasama dengan pihak Rumah Sakit Permata Sari yang

sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Brebes.

“Awalnya saya tidak berpikir untuk memperoleh penghargaan rekor MURI, tetapi saya berpikir apabila kesempatan kerjasama dengan pihak RS Permata Sari bisa diambil sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Brebes, itu lah yang membuat saya mendapatkan penghargaan dari masyarkat yang sebesar-besarnya,” ujarnya.