|
|
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Hj. Amy Agug Widyantoro saat mengunjungi pasien bibir sumbing. (Foto: Kuntoro) |
|
PanturaNews (Brebes) – Sedikitnya 314 penderita bibir sumbing di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjalani operasi gratis di RSUD Brebes, Jumat 17 Juni 2011. Operasi bibir sumbing gratis yang melibatkan 15 dokter, 25 tenaga medis dan paramedis dibantu oleh 10 tenaga dokter spesialis bedah plastik dari Jakarta, Bandung dan Semarang itu diselenggarakan oleh Pemkab Brebes. Ratusan pasien penderita bibir sumbing terdiri dari anak-anak dan orang dewasa.
Salah seorang pasien, Sucipto (35) warga Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan merasa
bersyukur dan terima kasih kepada pemkab Brebes atas terselenggaranya operasi bibir sumbing gratis ini. Program ini dirasa sangat membantu warga brebes yang mayoritas dibawah garis kemiskinan. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah atas program
operasi bibir sumbing gratis ini, mudah-mudahan anak saya cepat dioperasi,” ujar Sucipto.
Banyaknya jumlah pasien yang akan dioperasi membuat warga mengantri dari pagi hingga sore hari. Namun demikian, terlihat warga bersabar diruang tunggu dan mengikuti proses scannering (pemeriksaan awal) sebelum di lakukan operasi.
Pasien bibir sumbing sebelumnya telah didata oleh masing-masing puskesmas di 17 kecamatan. Peserta operasi diutamakan dari warga kurang mampu atau anggota Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Hj. Amy Agug Widyantoro selaku penyelenggara menjelaskan, bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah membantu masyakarat yang tidak mampu untuk mengatasi penyakitnya. Meskipun sekilas kesannya tidak sakit, namun bagi penderita bibir sumbing artinya sakit. Karena secara sosial saat berhubungan dengan masyarakat ia mempunyai rasa minder.
“Terutama anak-anak yang masih muda, selain menghilangkan rasa minder harapannya mereka nantinya dapat sekolah kembali dengan baik dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi,” harapnya.
Direncanakan, operasi bibir sumbing gratis ini akan didaftarkan ke MURI, karena diikuti oleh pasien dalam jumlah besar dan tidak dipungut biaya.