Teror Bom, SD Islam Terpadu Akan Diledakkan
Musda2-Kuntoro & Takwo Heriyanto
Senin, 13/06/2011, 06:04:00 WIB

SD IT di jalan A Yani Kabupaten Brebes menerima terror bom. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) di jalan A Yani Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Niko Tiana, mendapat teror bom lewat pesawat telepon dari seseorang tak dikenal yang mengaku dari Polsek Brebes. Teror yang disampaikan pada Senin 13 Juni 2011 sekitar pukul 09.30 WIB itu, mengatakan agar sekolah yang ditempatinya itu segera dikosongkan karena akan ada ledakan bom.

Mengetahui adanya teror bom tersebut, Niko langsung melaporkan ke Polsek setempat, karena merasa panik dan takut. Tak berapa lama kemudian, akhirnya petugas Polsek, Satreskrim, Satintel dan tim identifikasi datang ke lokasi dan langsung melakukan penyisiran di sejumlah sudut sekolah.

"Saya anggap awalnya penelpon itu hanya bercanda. Tapi karena saya khawatir, barangkali apa yang disampaikan penelpon gelap itu benar, akhirnya saya melaporkan ke Kepala Sekolah setelah itu lapor ke Polsek Brebes," tutur Noko.

Menurutnya, dari gaya bahasanya penelepon bukan asli orang Brebes. Karena begitu mengucapkan kata Brebes terdengar lain. Bahkan ucapan gaya bahasa sempat ditirukan, tetapi penelepon marah dan menegaskan bahwa kabar bom itu serius.

Kapolsek Brebes, AKP I Wayan Suma menegaskan bahwa akan adanya ledakan bom di sekolah tersebut tidak benar. Karena dari hasil penyisiran, tidak ditemukan barang mencurigakan. Namun demikian, pihaknya akan menyelediki siapa sebenarnya pelaku yang membuat isu teror bom itu.