![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Gonjang-ganjing ditubuh PSSI tidak mengurangi semangat berolahraga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya turnamen sepakbola terbuka Mahera Cup, Rabu 1 Juni 2011 sore, di Lapangan Sepakbola Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Mengiringi pembukaan turnamen, beberapa group kesenian tampil meramaikan suasana. Sebagai pembuka acara kesenian Burok dari Losari tampil pertama kali, disusul kesenian kuda kepang (kuda lumping) dari Brebes.
Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Sunarto (38), mengatakan turnamen ini terselenggara berkat semangat olahraga pemuda Desa Slatri yang cukup tinggi. Selain itu, olahraga sepak bola merupakan alat pemersatu yang efektif bagi kebhinekaan bangsa.
“Dilapangan mereka tidak akan memperhatikan masing-masing individu dari suku mana atau daerah mana. Namun mereka akan bekerja sama secara kolektif demi mencapai satu tujuan, yaitu memenangkan pertandingan,” ujar Ato panggilan akrab Dedi Sunarto.
Acara dibuka oleh Bupati Brebes yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Mustair Putusoma dan Ketua PSSI Cabang Brebes, Dedy Yon Supriyono. Turnamen yang diikuti oleh 40 peserta tim kesebelasan dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, rencana akan ditutup pada 10 Juli 2011.
Pada pertandingan pembukaan, kesebelasan Mahera Slatri, Kecamatan Larangan, menang 1-0 atas kesebelasan Putra Pilang Cirebon.
Kesebelasan Mahera Slatri yang mengenakan kostum putih-putih, berhasil membobol gawang lawan pada 20 menit di babak pertama.
Kendati perlawanan terus dilakukan Putra Pilang Cirebon, namun tak satu gol pun berhasil dicetak oleh para pemain yang mengenakan kostum kuning-kuning ini. Pada pertandingan di babak kedua, 2 pemain dari kesebelasan Mahera Slatri terpaksa mendapatkan kartu kuning karena melakukan pelanggaran. Begitu juga dengan satu pemain dari kesebelasan Putra Pilang Cirebon yang mendapatkan kurtu merah.
Sementara itu, Heri Fitriansyah yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Brebes berada di Daerah Pemilihan (Dapil) tersebut, berharap pada pertandingan ini, selain menjalin hubungan silaturahmi antar kesebelasan juga untuk meningkatkan minat bakat masyarakat Brebes dalam olah raga sepak bola.
"Yang terpenting adalah dengan adanya kericuhan PSSI ditingkat pusat, tidak berimbas ke daerah-daerah, khususnya Kabupaten Brebes sendiri," paparnya.