![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Diduga akibat keracunan karbon monoksida, Bustomi (53) warga Dukuh Warugintung RT 04 RW 02 Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin 30 Mei 2011 pagi, tewas. Sebelum meninggal, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Paguyangan dan mendapatkan bantuan pernafasan dengan tabung oksigen, tapi akhirnya jiwanya tak tertolong.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadiannya bermula ketika Bustomi mulai bekerja di tempat pembuatan kopra di dekat rumahnya milik H Soleh (58), warga Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Pagi itu sekitar pukul 07.30 Bustomi memulai bekerja dengan membuka penutup tungku pemanas yang berukuran besar, yakni tempat untuk mengolah buah kelapa menjadi kopra. Entah bagaimana kemudian korban mengeluh sakit perut dan pingsan.
"Setelah membuka penutup tungku Bustomi sempat pulang kerumahnya, kemudian kembali lagi ke tempat kerja dan mengeluh sakit," kata Arifin (21) rekan kerjanya.
Karena tak sadarkan diri, Bustomi dibawa pulang ke rumahnya dan dilarikan ke Puskesmas Paguyangan oleh keluarganya bersama warga sekitar yang juga datang memberi pertolongan. Meski telah mendapatkan bantuan pernafasan dengan tabung oksigen, akhirnya Bustomi menghembuskan nafasnya yang terakhir di ruang IGD sekitar pukul 09.15 WIB.
Petugas medis Puskesmas Paguyangan, Aris Sujatmiko yang melakukan pemriksaan mengatakan, dugaan Bustomi meninggal akibat keracunan karbon monoksida yang berasal asap pembakaran yang tidak sempurna. "Dari pemeriksaan kemungkinan korban keracunan karbon monoksida,"
katanya.
Dikatakan, karbon monoksida yang terjadi karena pembakaran yang tidak sempurna itu biasanya kalau dihirup akan pengikat oksigen. Sehingga orang yang menghirupnya akan mengalami sesak nafgas dan dadanya sesak. "Karbon monoksida itu sifatnya mengikat oksigen maka ketika terhirup bisa menyebabkan kematian," jelas Aris.
Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK SH MH melalui Kaspolsek Paguyangan, AKP Sukoyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya masih mendalami kejadian yang sempat menggegerkan warga itu dan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Olah TKP telah dilakukan petugas dan sedang kami dalami untuk memastikan penyebab kematian korban," katanya.