Tanjakan Ciregol Masih Bahaya Dilintasi Kendaraan
ZM-Zaenal Muttaqin
Kamis, 26/05/2011, 03:39:00 WIB

Kurang hati-hati, pengendara sepeda motor terperosok dan jatuh bersama kendaraannya saat melintas di tanjakan Ciregol. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalur Jakarta-Tegal-Purwokerto di tanjakan Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, kembali dibuka mulai Kamis 26 Mei 2011 pukul 00.00 WIB, untuk kendaraan kecil atau pribadi. Kondisi jalan ini makin lebar dan tidak lagi curam, meski begitu masih sangat membahayakan bagi kendaraan yang melintasnya, terutama kendaraan roda dua.

"Jalan sudah landai dan lebar, tapi banyak sepeda motor yang terperosok dan jatuh bersama pengendarannya," tutur Imam (48), warga setempat, Kamis 26 Mei 2011.

Hal itu terjadi karena kondisi jalan darurat dan masih berupa tanah arugan yang dipadatkan dan dilapisi basecose, atau campuran batu split dan batu halus. Pemadatan belum merata dan masih ada bagian yang mudah terburai saat dilintasi kendaraan.

"Biasanya pengendara sepeda motor kurang hati-hati saat lewat di jalan berlapis batu yang menurun itu, sehingga terjadi selip dan jatuh," ujar Imam.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang-Wangon, Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Tegal, Danang Triwibowo mengatakan, saat ini penanganan darurat jalan di Tanjakan Ciregol telah memasuki tahap pengerasan dengan lapisan agregat. Dengan kondisi tersebut jalan sudah dapat dilalui meski tetap harus dilakukan pembatasan.

"Kalau tidak dibatasi bisa merusak jalan yang masih darurat dan juga mengganggu aktivitas pekerjaan penanganan darurat," katanya kepada PanturaNews.

Kondisi jalan Ciregol yang ambles setelah terjadi pergerakan tanah kini sudah lebih baik. Turunan tidak lagi tajam setelah dilakukan pengeprasan dan pengarugan dan jalan juga lebih lebar dari sebelumnya. Pengaspalan rencananya akan dilakukan pada awal Juni mendatang, atau setelah pelapisan agregat atas sepanjang 600 meter selesai. "Belum dilakukan pengaspalan, tapi jalan lebih landai dan lebar," ujar Danang.

Sementara itu, pantauan PanturaNews.Com di lokasi nampak lalulintas kendaraan sangat sedikit dan sering lengang. Hanya beberapa sepeda motor dan kendaraan pribadi yang nampak melintas dari dua arah. "Jalan sudah dibuka tapi masih terbatas, hanya untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi saja sehingga kelihatan sepi," kata Kepala Terminal Bumiayu, Ari Mardidjono.

Untuk kendaraan bertonase diatas lima ton belum diperkenankan untuk melintasi Ciregol dan dialihkan ke jalan alternatif di jalan kabupaten ruas Kutamendala-Purwodadi-Linggapura. "Hanya motor dan mobil pribadi saja yang bisa lewat Ciregol," tegas Ari.