Ricuh, Konser Musik Iwan Fals Langsung Dihentikan
KN-Kuntoro
Selasa, 24/05/2011, 14:29:00 WIB

Konser Iwan Fals di Lapangan Sepakbola Desa Karangmalang dihentikan karena terjadi kericuhan. (Foto: Kuntoro)

PanturanNews (Brebes) - Konser musik Iwan Fals diwarnai perkelahian antar penonton. Beberapa orang yang dianggap penyebab kericuhan ditangkap polisi. Konser musik yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 24 Mei 2011 malam, berakhir ricuh.

Konser Iwan Fals digelas sebagai rangkaian milad Pondok Pesantren Azziyadah Desa Karangmalang ini, akhirnya dihentikan.

Mulanya konser berlangsung tertib. Saat Iwan menyanyikan lagu pertama, penonton masih berjoget mengikuti iringan lagu. Namun tak lama berselang, penonton mulai terlibat aksi dorong. Namun hal itu tak berlangsung lama dan sempat reda.

“Penonton konser ini jumlahnya banyak dan antusias, sehingga keributan pun tak dapat dihindari,” ujar Suid (30), warga DesaLarangan, Kecamatan Larangan yang sengaja malam itu datang untuk melihat konser Iwan Fals.

Selanjutnya menurut Suid, kericuhan terjadi karena beberapa penonton saling senggol saat pertunjukan dimulai. “Mereka saling senggol hingga berujung saling pukul,” tuturnya.

Polisi pun langsung bergerak ke tengah kerumunan penonton untuk menghentikan keributan. Demi mengamankan situasi, polisi akhirnya bertindak tegas. Penonton yang dianggap sebagai biang keributan, langsung ditangkap dan dibawa keluar lapangan.

Untuk meredam kericuhan, terpaksa Iwan Fals menghentikan konsernya. “Sesuai kesepakatan jika ada keributan, maka konser ini kami hentikan,” kata Iwan diatas panggung saat menghentikan konsernya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan memasukan anak-anaknya ke pendidikan di pesantren. Pasalnya, ada jaminan dari Allah SWT untuk memberikan kelayakan hidup. Dan yang lebih utama, para santri memiliki kemampuan menghadapi kehidupan secara realistik dan tidak memaksakan diri.

“Itulah mengapa saya melakukan perjalanan ke 99 pesantren, karena pesantren bukanlah sarang teroris,” kata Iwan Fals saat dialog budaya extrareligi lwan Fals dan Ki Ageng Ganjur di Pesantren Azziyadah Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa 24 Mei 2011 siang.

Menurut Iwan Fals, ada kedamaian yang menyelinap ketika hidup di pesantren. Termasuk kemampuan memasak, mencuci pakaian sendiri, mendoakan orang lain hingga menimba ilmu tanpa merasa kecapaian. Kehidupan berkesenian juga terus menerus dilakukan para santri. Terbukti, disela-sela mengaji, para santri sering bersenandung dengan menabuh rebana.