Ditentang Warga, Dapur Induksi Cor Logam Bakal Direlokasi
JAY-Riyanto Jayeng
Selasa, 24/05/2011, 08:33:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Pemkot Tegal, Jawa Tengah, berencana merelokasi dapur induksi cor logam yang berlokasi di Jalan Cempaka. Pasalnya, keberadaan dapur induksi cor logam itu kerap ditentang warga setempat dengan alasan menimbulkan polusi udara dan mengganggu kenyamanan. Rencananya, dapur induksi itu akan dipindahkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tegal Timur , Kota Tegal, yang diperuntukan bagi kawasan industri. Demikian ditegaskan Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE, Selasa 24 Mei 2011.

”Agar dapur induksi cor logam milik Pemkot Tegal tetap beroperasi, maka akan dicarikan alternatif untuk memindahkan lokasinya dari pemukiman warga. Untuk sementara, sebagai gambaran ada rencana akan dipindahkan ke kawasan industri di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di belakang industri cor logam CV Prima Logam,” kata Habib, usai meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan lokasi  pemindahan dapur induksi.

Menurut Habib, pemkot tegal akan tetap berupaya dapur induksi yang sudah ada tetap dapat dioperasikan. Oleh karena itu pihaknya meminta Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Tegal melakukan kajian dampak lingkungan terhadap keberadaaa dapur induksi. 

Lebih jauh dikatakan, Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUMKUMPerindag) Kota Tegal diminta segera melakukan pendekatan dan sosialisasi terhadap masyakat sekitar mengenai manfaat dan keuntungan dari keberadaan dapur induksi. Apalagi, masyarakat di Jalan Cempaka kebanyakan memiliki usaha industri logam. 

”Namun jika pendekatan kepada masyarakat tidak berhasil dan hasil kajian dampak lingkungan menunjukkan hal yang merugikan masyarakat Pemkot Tegal sudah memiliki langkah lain yakni memindah dapur induksi di lokasi lain,” ujarnya.  

Habib menegaskan, Pemkot Tegal sebenarnya bisa saja memindakan dapur induksi ke kelurahan muarareja. Sebab sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) wilayah Kelurahan Muarareja merupakan daerah industri. Tetapi karena wilayah dekat pantai yang cepat merusak alat-alat pengecoran logam, serta jauh dari lokasi industri logam kecil maka hal tersebut urung dilakukan.

Sementaa itu, sekretaris Koperasi Tegalindo Riswanto, mengatakan saat ini dapur induksi yang dikelolanya memang tidak beroperasi, padahal jika dapur induksi yang sudah ada bisa dioperasikan akan menguntungkan industri kecil di sekitarnya. Sebab dapur induksi tersebut memiliki kapasitas 250 kilogram per jam. ”Sehubungan adanya keluhan warga maka pemkot tegal berencana memindahkan dapur induksi sebagai upaya atau alternatif lain. Terkait rencana pemindahan ini, koperasi Tegalindo menyatakan siap, bahkan akan menanggung biaya pemindahan maupun perijinannya.