Jalan Ruas Bantarkawung Ditutup, Petani Sulit Angkut Hasil Panen
ZM-Zaenal Muttaqin
Selasa, 24/05/2011, 05:14:00 WIB

Jalan kabupaten ruas Bantarkawung-Jemasih di Kecamatan Bantarkawung ditutup untuk kendaraan roda empat. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalan kabupaten ruas Bantarkawung-Jemasih di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai Selasa 24 Mei 2011, ditutup untuk kendaraan roda empat. Penutupan yang direncanakan hingga satu bulan kedepan itu, untuk memudahkan pelaksanaan pembangunan jembatan Cimarenggeng yang putus akibat bencana alam tanah bergerak dua tahun silam.

Penutupan itu, mengakibatkan petani di Dukuh Marenggeng dan Ciheuleut Desa Sindangwangi, Bantarkawung yang selama ini dikenal penghasil bawang merah dan tanaman palawija, mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil pertaniannya keluar daerah.

"Dampak penutupan ini

sangat dirasakan oleh petani, karena tidak bisa mengangkut hasil panennya dengan mobil angkutan," kata Kepala Desa Sindangwangi, Irawati Fatma kepada PanturanNews, Selasa 24 Mei Mei 2011 siang.

Menurutnya, ada 400 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1500 jiwa lebih yang tinggal di dua dukuh tersebut. Warga di dua perdukuhan itu umumnya berpencaharian sebagai petani bawang merah dan tanaman palawija. "Selain bawang merah, juga penghasil tanaman jagung beras dan

lainnya," ujar Irawati.

Diakatakan, jalan Bantarkawung-Jemasih selama ini juga menjadi salah satu jalan poros tengah yang menjadi jalur alternatif antara Brebes bagian utara dengan Brebes bagian selatan. Jalan ditutup karena sedang dilakukan pembangunan jembatan Cimarenggeng dan bagian dari kegiatan

pembangunan jalan Sindangwangi setelah rusak akibat bencana alam.

"Jalan ini tembus ke Kecamatan Ketanggungan yang selama ini menjadi jalur alternatif menuju Brebes. Penutupan dilakukan karena sedang dilakukan pembangunan jembatan," tutur Irawati.

Pelaksana pekerjaan pembangunan jalan Sindangwangi, Hendri mengatakan, jalan terpaksa ditutup untuk kendaraan roda empat karena sedang dilakukan pembangunan jembatan. Rencananya akan dibuka kembali setelah pembangunan jembatan selesai pada 24 Juni 2011

mendatang. "Targetnya penutupan sampai selesai pembuatan jembatan, atau satu bulan kedepan," katanya.

Diungkapkan, pekerjaan perbaikan jalan Sindangwangi yang putus akibat bencana alam dua tahun silam meliputi pengeprasan, pemasangan bronjong penahan, pembuatan saluran, pengaspalan penetrasi dan pembuatan jembatan. Pembangunan jembatan dengan kontruksi besi WF dan plat beton dengan ukuran panjang 15 meter dan lebar empat meter. "Semua pekerjaan

itu dijadwalkan selesai dalam waktu empat bulan, dan sampai saat ini pekerjaan telah berjalan tiga bulan," ucap Hendri.

Sementara itu, nampak tertulis di papan informasi proyek yang terpasang tak jauh di lokasi perbaikan jalan menghabiskan biaya sebesar Rp 1.841.787.000 dan sebagai pelaksananya CV Multi Usaha Jaya Lestari.