![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Salah satu upaya penanganan abrasi, rob atau air pasang yang sering melanda permukiman warga di sejumlah wilayah di Kota Tegal, Jawa Tengah, pemerintah Kota (Pemkot) Tegal berencana membangun tanggul di seluruh garis pantai yang panjangnya mencapai 7 kilometer. Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, penanganan rob termasuk kegiatan skala prioritas, Jumat 20 Mei 2011.
Menurutnya, berdasarkan data hasil kajian, upaya preventif yang harus dilakukan yaitu membangun tanggul sepanjang sekitar tujuh kilometer di tepi pantai. Untuk mendukung langkah tersebut, saat ini sedang dibuat masterplan yang akan dijadikan dasar untuk pembuatan detail enginering design (DED)." Diperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan tanggul tersebut mencapai sekitar Rp 200 miliar," katanya.
Lebih jauh Ikmal mengatakan, selain membangun tanggul, dalam upaya penanganan rob juga bisa dilakukan dengan pembuatan kolam retensi. Rencananya, akan dibangun dua kolam retensi di Kelurahan Panggung dan Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur. Namun, untuk pembuatan satu kolam retensi dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar tiga hingga empat hektare diperkirakan membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni sekitar Rp 100 miliar. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya meminta bantuan anggaran ke pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng.
Sementara, Forum Pemberdayaan Masyarakat Pantai (FPMP) Kota Tegal menyatakan sangat mendukung rencana Pemkot Tegal untuk membangun tanggul penahan ombak laut sepanjang sekitar tujuh kilometer. Hal itu disampaikan Ketua FPMP, Heri Kuntoro.
Menurutnya, pembangunan tersebut dinilai sangat efektif sebagai . "Agar abrasi maupun rob yang terjadi tidak semakin parah, maka pembangunan tanggul di tepi pantai harus dilakukan mulai dari Pantai Panggung hingga Kaligangsa," katanya.
Heri Kuntoro mengemukakan, abrasi semakin parah biasanya terjadi saat musim baratan. Sebab, gelombang laut yang terjadi cukup tinggi, sehingga perlu adanya tanggul. Selain itu, juga perlu dibarengi pembangunan groin agar ombak laut tidak langsung menghantam tanggul. "Pembangunan tanggul di tepi pantai juga sudah dilakukan di Padang dan Jepang, hasilnya ternyata sangat efektif untuk mengatasi abrasi," ujarnya.
Ditambahkan, terkait dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar untuk merealisasikan pembangunan tanggul, pihaknya mengusulkan kepada Pemkot untuk selalu proaktif mengajukan bantuan ke Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat. Yakni, melalui usulan anggaran untuk penanggulangan bencana alam. Sebab, selama ini penanganan abrasi dengan penanaman mangrove maupun cemara laut kurang efektif karena banyak yang hilang terbawa ombak.
"Akibat penanganan abrasi hingga kini belum maksimal, sejumlah kelurahan sering terendam rob. Antara lain, Kelurahan Muarareja, Tegalsari, Panggung dan Mintaragen," tandasnya.