![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Kerusakan dan amblasnya jalan Jakarta-Tegal-Purwokerto, di ruas jalur Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga kini belum tertuntaskan, karena kondisi tanah di titik tersebut terus bergerak. Sekitar 1.400 kubik tanah urugan telah digelontorkan selama penanganan darurat terhadap amblesnya jalan.
“Selama ini telah dilakukan upaya penangan. Sudah sekitar 1.400 kubik tanah urug habis untuk menutup jalan yang ambles. Namun kondisi tanahnya hingga kini terus bergerak,” ujar Ketua Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Drs HM Supriyono, Jumat 20 Mei 2011, dikantornya.
Supriyono yang juga Asisten I Sekda Pemkab Brebes itu menjelaskan, sebagai upaya tindak lanjut penanganan Ciregol, pihaknya bersama Bina Marga Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani telah melakukan pertemuan serta tinjauan lapangan. Dari hasil pembahasan itu, upaya pengalihan jalan akan tetap dilaksanakan. Hal itu juga sebagai hasil rekomendasi dari Badan Metereologi dan Geologi Bandung. Namun sebagai upaya penanganan darurat dilakukan pengeprasan.
Langkah itu kini sudah tidak ada masalah, karena tidak memakan banyak lahan milik Perhutani. Pengeperasan itu berfungsi untuk meluruskan pandangan terhadap jalan yang menikung. Jadi, pengeperasan bukan untuk badan jalan, tetapi hanya saluran.
“Kami bersama Bina Marga Provinsi dan Perhutani melakukan pembahasan. Soal pengeperasan sudah tidak ada masalah. Pengeperasan kini juga sudah mulai dilaksanakan,” katanya.
Upaya penanganan darurat lainnya, lanjut dia, Pemkab memperkuat jalur alternatif Karangsawah-Karangjongkeng. Untuk langkah itu, daerah telah mengucurkan dan sekitar Rp 300 juta yang bersumber dari pemeliharaan rutin.
Namun demikian, alokasi tersebut belum mencukupi kebutuhan seluruhnya. Sebab, total panjang jalur alternatif yang harus diperkuat sekitar 10 kilpmeter. Akibatnya, perkuatan jalur alternatif baru dilakukan dititik-titik yang kondisinya parah. “Terkait kekurangan dana ini, kami telah mengajukan bantuan kepada Menteri Pekerjaan Umum,” sambung Supriyono.
Dia mengungkapkan, jalur alternatif Karangsawah - Karangjongkeng itu kini sangat vital. Sebab, keberadaanya sebagai satu-satunya jalan menuju wilayah selatan ketika terjadi masalah di Ciregol dan terpaksa harus ditutup total.
“Karena itu, penanganan juga dikonsetrasikan ke jalur alternatif. Sebab, itu juga sebagai salah satu upaya mengantisipasi arus mudik dan balik Lebaran. Bila saat itu terjadi masalah di Ciregol, kendaraan bisa dialihkan ke jalur alternatif Karangsawah - Karangjongkeng,” paparnya.