![]() |
|
|
PanturaNews (Pekalongan) - Hasil Ujuan Nasional (UN) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, tahun ini cukup melegakan. Selain jumlah yang lulus meningkat, persentasenya juga di atas tingkat kelulusan Jawa Tengah. Dengan begitu, para pelajar SMA/MA dan SMK di Kota Pekalongan, layak merayakan kelulusan.
Hal itu diungkapkan Kabid SMA/SMK dan Keseteraan Disdikpora Kota Pekalongan, Kadaryanto, saat dihubungi di Stadion Kraton Kota Pekalongan, Senin 16 Mei 2011.
“Tingkat kelulusan SMA/MA 100 persen dan tingkat SMK 99,8 persen atau tingkat kelulusannya diatas Propinsi Jawa Tengah 99, 7 persen,” ujar Kadaryanto disela acara ngapel bareng merayakan kelulusan.
Tahun ini Disdikpora Kota Pekalongan memang memprakarsai naik sepeda onthel keliling Kota Pekalongan, untuk merayakan kelulusan siswa. Para peserta konvoi menggunakan seragam yang sudah dicat semprot dan ditandatangani. Tampak dalam rombongan tersebut, Kepala Disdikpora setempat, Drs. Abdul Jalil yang sebelumnya juga sudah menyatakan siswa yang lulus boleh corat-coret seragamnya
“Jumlah lulusan SMA/MA dan SMK yang merayakan kelulusannya dengan naik sepeda onthel mencapai 50 persen, sedang siswa lainnya banyak yang tidak membawa sepeda onthel. Karenanya, diharapkan kelulusan mendatang semua lulusan SMA/MA dan SMK dapat mengikuti kegiatan ini,” jelas Kadaryanto.
Kegiatan ini, lanjut Kadaryanto, sengaja dibagi dalam tingkat kecamatan. Kecamatan Pekalongan Barat dipusatkan di Stadion Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara di Lapangan Jatayu, Kecamatan Pekalongan Timur di Alun-alun dan Kecamatan Pekalongan Selatan di SMA Syafie Ahkram. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan siswa untuk mengikuti konvoi sepeda onthel dan masyarakat juga tidak terganggu.
“Kami merencanakan untuk merubah tradisi konvoi sepeda motor dikarenakan dapat mengganggu masyarakat dengan konvoi sepeda onthel. Ternyata orangtua siswa dan masyarakat menyambut konvoi dengan antusias, bahkan mendukung,” tandas Kadaryanto.
Ditambahkan, Disdikpora Kota Pekalongan sudah menandatangi kesepakatan dengan Polresta Pekalongan, untuk melakukan penindakan terhadap pelajar yang melakukan konvoi sepeda motor dengan knalpot terbuka. Selain itu, pelajar yang tidak menggunakan helm atau berbocengan lebih dari dua orang.
“Kami sudah bersepakat dengan Polresta Pekalongan, untuk melakukan penindakan terhadap konvoi sepeda motor pelajar yang melanggar peraturan. Karenannya, kami mengusulkan untuk merayakan kelulusan dengan konvoi sepeda onthel dan siswa menyambut secara positif,” ujar Kadaryanto.
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Pekalongan, AKP Juharno, jajaran Satlantas Polresta Pekalongan memberlakukan sistem pengamanan pada empat titik daerah perbatasan, baik yang berbatasan dengan Kabupaten Batang maupun Kabupaten Pekalongan. Sedangkan pengamanan pada titik-titik perbatasan dengan harapan untuk mencegah masuknya lulusan SMA/MA dan SMK dari daerah lain ke Kota Pekalongan.
“Empat titik tersebut, Sapugarut dan Pospol Pacar guna mencegah masuknya konvoi dari Kabupaten Pekalongan, Terminal Bus Pekalongan dan Degayu mencegah konvoi dari Kabupaten Batang. Karena kami tidak ingin lulusan dari daerah lain melakukan konvoi di Kota Pekalongan, hingga dikhawatirkan dapat memancing kericuhan,” jelas Juharno.
Polresta Pekalongan, lanjut Juharno, sudah menandatangani kesepakatan dengan Disdikpora Kota Pekalongan, akan menindak pelajar yang merayakan kelulusan dengan menggunakan sepeda motor knalpot terbuka dan pelanggaran lainnya.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada pelajar yang telah memenuhi kesepakatan tersebut. Selain itu, kami juga mendukung program Disdikpora Kota Pekalongan yang menggelar konvoi sepeda onthel,” tandas Juharno.