Tak Diimbangi Perawatan, Program Penghijauan Sama Dengan Pemborosan
JAY-Riyanto Jayeng
Rabu, 11/05/2011, 19:21:00 WIB

Rofii Ali.

PanturaNews (Tegal) - Program penghijauan di Kota Tegal, Jawa Tengah, harus ditinjau ulang. Pasalnya di sejumlah titik terlihat banyaknya tanaman yang rusak dan terkesan dibiarkan tidak terawatt hingga layu dan mati. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa penanganan yang komperehensif, maka program penghijauan itu sama artinya dengan pemborosan anggaran. Demikian dikatakan anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali S.si, Rabu 11 Mei 2011.

“Model kegiatan penanaman pohon yang tidak diimbangi dengan perawatan dan tidak terplanning dengan baik itu sama saja dengan pemborosan anggaran. Untuk selanjutnya, program-program semacam ini harus ditinjau dan dievaluasi ulang,” kata Rofii.

Menurut Rofii, harus ada koordinasi yang berkesinambungan antara Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dengan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) dalam mengupayakan perawatan tanaman yang menjadi obyek dari program penghijauan.

“Salah satu contohnya tanaman penghijauan kota sepanjang Jalan KS Tubun yang saat ini banyak mengalami rusak dan mati akibat kurang adanya perawatan yang rutin,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Diskimtaru Kota Tegal, Ir Haryana saat dikonfirmasi mengatakan, program penghijauan yang dilakukan Pemkot Tegal didasarkan kepada upaya menghijaukan kawasan kota agar tercipta paru-paru kota untuk mengurangi dampak dari polusi yang ditimbulkan oleh aktifitas kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi Haryana menampik tuduhan jika dikatakan tidak rutin melakukan perawatan tanaman atau sengaja membiarkan sebagian tanaman itu rusak atau layu. Pada prinsipnya, di Diskimtaru ada armada penyiram tanaman kota yang dilakukan rutin setiap pagi dan sore. Menyikapi banyaknya tanaman kota yang rusak atau layu, Haryana menjelaskan bahwa kerusakan tanaman bukan hanya disebabkan oleh kurangnya perawatan atau dalam hal ini kurangnya penyiraman.

“Kerusakan tanaman kan bisa disebabkan oleh banayk factor, bukan saja oleh penyiraman yang kurang. Yang jelas untuk soal perawatan sudah ada petugasnya yang bekerja sesuai penjadwalan rutin,” tegas Haryana.