Produksi Nelayan Pekalongan akan Dijemput di Tengah Laut
FF-Firga Fajar
Rabu, 11/05/2011, 15:31:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Pekalongan) - Sebagai salah satu pemangku kepentingan industri perikanan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Pekalongan, Ir Jainur Manurung MM, optimis dalam waktu dekat produksi ikan di wilayah kerjanya akan berangsur meningkat, bahkan kembali menjadi industri utama.

"Kita tinggal menunggu perjanjian kerja sama antara pemilik kapal dan pengelola kapal penjemput raman (hasil tangkapan) ditandatangani," beber Jainur, Rabu 11 Mei 2011.

Selama ini, penurunan hasil lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat, diidentifikasi sebagai akibat terjadi penjualan raman di tengah laut. Praktik ini didorong oleh efektifitas waktu melaut, dan menekan biaya perbekalan akibat dicabutnya subsidi BBM, beberapa waktu lalu.

"Keputusan menjual hasil tangkapan di laut sudah kebablasan," kata Jainur.

Namun, merubah "Sistem transaksi di laut" yang melanggar peraturan itu juga tidak mudah. Sementara di mata Jainur, "pelanggaran" inilah faktor utama penyebab meredupnya industri yang menjadi sumber penghasilan utama sebagian besar masyarakat Pekalongan.

"Kalau soal harga atau pelayanan di TPI, relatif sama dengan TPI lain. Malah Pekalongan lebih unggul dengan sistem pembayaran tunasi," imbuh Jainur. Karenanya, solusi paling masuk akal adalah membentuk armada penjemput tangkapan nelayan ke tengah laut untuk dilelang di TPI Pekalongan.

Mendatang, hasil tangkapan nelayan Pekalongan akan dijemput di laut, selanjutnya dibawa ke TPI Pekalongan untuk dilelang. Inovasi PPNP ini, lanjut Jainur, menguntungkan semua pihak, membuka peluang usaha baru, serta peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi TPI. Armada penjemput yang bakal bekerja, 20 unit kapal seukuran 150 GT milik pihak swasta untuk melayani sekitar 200 kapal nelayan.

Mendongkrak industri perikanan Kota Pekalongan, adalah "tugas suci" yang harus dilakukan semua pihak terkait di Pekalongan. Bukan lantaran dalam waktu dekat akan dimulai program minapolitan yang berdana Rp.25 M semata. Tapi, lebih dikarenakan industri laut ini merupakan sektor utama, selain batik.

"Kalau soal minapolitan, saya rasa Kota Pekalongan berhak dan pantas mendapatkannya. Karena memang usaha perikanan Kota Pekalongan ini memberi kontribusi tak sedikit kepada pemerintah sejak zaman dulu," jelas Jainur sebelum mengikuti rapat Minapolitan di Balaikota Pekalongan.