![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Akibat pendangkalan di bagian tengah, aliran Sungai Keruh pindah. Pindahnya aliran Sungai Keruh di Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, atau di dekat pertemuan antara Sungai Keruh dengan Sungai Onje ini, mengancam keselamatan jalan provinsi ruas Bumiayu - Tuwel.
Kepala UPTD Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral - Pemali Hulu, Tasali, Senin 10 Mei 2011 siang mengatakan, berpindahnya aliran sungai itu karena adanya pendangkalan di bagian tengah, sehingga aliran sungai melebar ke tebing kanan yang berdampingan dengan Sungai Onje. Karena tebing yang rendah dan hanya berupa tanah, akhirnya jebol dan airnya melebar sampai sepanjang 50 meter.
"Bagian tebing sungai yang jebol hanya selebar lima meter, tapi luberan airnya sampai 50 meter," ujar Tasali kepada PanturaNews.
Dikatakan, berpindahnya aliran Sungai Keruh tersebut terjadi sejak Jumat 06 Mei 2011 malam lalu setelah terjadi arus deras, menyusul hujan lebat yang turun saat itu. "Waktu itu hujan lebat sehingga arus sungai sangat deras dan tebing yang berbatasan dengan Sungai Onje jebol," jelas Tasali.
Luberan air sungai itu mengancam keselamatan jalan provinsi ruas Bumiayu-Tuwel. Sebab, luberan air sudah sangat dekat dengan badan jalan yang posisinya cukup rendah, bahkan hampir sejajr dengan permukaan air. "Kalau terjadi hujan lebat lagi dan air sungai menjadi deras, air sungai bisa meluber ke jalan," tutur Tasali.
Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab Brebes melalui Dinas Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral. Diusulkan pula untuk dilakukan pemasangan bronjong pengaman tebing sungai di bagian yang jebol, sehingga aliran sungai tidak berpindah. "Kami usulkan untuk dilakukan pengamanan tebing sungai dengan pemasangan bronjong yang diisi batu," tandas Tasali.