![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Saat ini jarang sekali bangunan kuno yang masih berdiri tegak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Semua sudah berubah seering dengan perkembangan jaman, meskipun masih ada beberapa bangunan kuno yang masih terawat.
Di jalan Pusponegoro Brebes masih ada beberapa bangunan kuno yang bisa dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Makna dari jalan Pusponegoro sendiri, konon sebagian masyarakat yang tinggal di sekitarnya masih keturunan dari Bupati Pusponegoro. Sehingga menjadi cerminan kehidupan priyayi Brebes tempo dulu.
“Tapi sekarang sudah berubah, seiring perkembangan jaman banyak ahli waris yang menjual tanah peninggalanya ke orang lain, sehingga yang dulunya kompleks Raden (RD) sekarang menjadi Kompleks Dokter (Dr),” kata Baby Aretha, yang kebetulan masih memiliki trah dari Bupati Pusponegoro, Selasa 10 Mei 2011.
Ia mengatakan, orang tuanya dulu dikenal dengan nama Den Sodo keturunan dari R. Sutadirja Bin Suwangga yang pada masa itu sebagai pejabat kolonial Belanda.
Terkait dengan bangunan kuno tersebut, menurutnya, masih ada yang berdiri dengan arsitektur jawa kuno. Dimana pesan dari orang tuanya agar jangan merubah seni arsitekturnya.
“Harapan saya, Pemkab Brebes dapat melestarikan bangunan-bangunan kuno ini,“ pinta Baby Aretha yang juga isteri dari Kasubag Pertanahan Bagian Tapem Setda Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro, S.Sos.
Selain itu, lanjut Baby, agar bangunan tua ini menjadi ciri khas Kabupaten Brebes diperlukan regulasi Pemkab Brebes untuk melindungi cagar budaya di daerah.