![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ikut dideportasi dari Arab Saudi. Mereka dipulangkan paksa dari negara itu bersama ribuan TKI lainnya, dan tiba di Brebes pada 4 Mei lalu. Para TKW asal Kota Bawang tersebut dipulangkan karena kabur dari majikannya, sehingga menjadi tenaga kerja illegal.
"Jumlahnya saya tidak tahu pasti. Tapi, sepengetahuan saya ada empat orang. Dua orang TKW pulang bersama saya, dan seorang TKW lainnya adalah tetangga saya. Mungkin TKW asal Brebes yang dipulangkan jumlahnya mencapai ratusan, karena dalam satu kapal totalnya ada 2.700 orang TKW," ungkap Mufriatun (29), TKW asal Desa Jatorikeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes yang iikut dideportasi dari Arab Saudi, Senin 09 Mei 2011.
Dia mengatakan, dua orang TKW yang pulang bersama dalam satu mobil itu berasal dari Desa Klampok, Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bumiayu. Sedangkan tetangganya yang juga dideportasi adalah Susilowati (31), warga Desa Jatirokeh.
"Kami tiba di rumah 4 Mei lalu. Kami dipulangkan dengan kapal laut dari Arab Saudi dan sempat singgah di enam negara," tuturnya.
Menurut dia, para TKW yang dipulangkan itu rata-rata mereka yang kabur dari majikan, termasuk dirinya. Sebelum dipulangkan, ribuan TKI dikumpulkan di Asrama Haji di Jeddah. Mereka didata dan diproses adminstrasi. "Saya tinggal di Asrama Haji itu hingga sebulan lebih," ujarnya.
Dia mengaku, sudah bekerja di Riyad, Arab Saudi selama 5 tahun, berangkat sejak 6 Juli 2006 lalu. Dalam pekerjaan itu ia dijanjikan mendapat gaji 600 real atau setara Rp 1,2 juta. Selama lima tahun itu, dirinya sudah kabur tiga kali dari majikannya.
"Alasan saya kabur karena majikan tidak manusiawi. Kerja saya tidak ada waktu istirahatnya. Waktu makan dan shalat saja tidak diberi. Selain itu, saat meminta gaji majikan mempersulit," ceritanya.
Sementara itu, Asisten I Sekda Pemkab Brebes Drs. HM Supriyono mengatakan, hingga kini Pemkab secara resmi belum memiliki data terkait jumlah TKW asal Brebes yang dipulangkan dari Arab Saudi. Karena itu, pihaknya akan mendorong instansi terkait untuk berkoordinasi dengan provinsi atau pusat guna mencari data yang pasti.
"Sampai sekarang kami belum mempunyai data resmi. Kendalannya, para TKW yang berangkat tidak melapor ke instansi terkait. Bahkan, ada juga TKW asal Brebes tetapi berangkatnya dari luar daerah," terangnya.