Armada Minim, Ratusan Kubik Sampah Belum Ditangani Maksimal
JAY-Riyanto Jayeng
Jumat, 06/05/2011, 17:59:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 400 meter kubik sampah yang diproduksi masyarakat Kota Tegal, Jawa Tengah dalam per harinya belum tertangani secara maksimal. Di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) masih tersisa banyak sampah yang tidak sempat terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal itu dipengaruhi oleh minimnya sarana armada pengangkutan sampah dan system shift pengakutan sampah yang cenderung tidak terjadwal secara baik. Hal itu dikatakan, anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali S.si, Jumat 06 Mei 2011.

Menurut Rofii, harus ada tindakan yang komperehensif untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya penumpukan sampah. Perbaikan sarana dan peremajaan armada pengangkut sampah perlu dilakukan segera. Banyaknya sarana dan armada pengangkutan sampah yang sudah rusak menjadi salah satu penyebab tersendatnya penanganan persoalan sampah yang ada.

“Kami menyarankan kepada Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) hendaknya mengajukan tambahan armada pengakut sampah beserta armada pendukung lainnya sesuai dengan kebutuhan seperti Buldozer perlu ditambah serta perlu adanya pemeliharaan rutin untuk armada pengangkutan sampah dan armada pendukung lainnya,” kata Rofii.

Lebih jauh dikatakan, agar Diskimtaru bekerjasama dengan Lembaga  Bank Sampah yang telah ada di kota Tegal dan ikut mensosialisasikan keberadaan Bank Sampah yang ada. Manfaat Bank Sampah ini akan mampu mengurangi volume sampah serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sementara, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Diskimtaru Kota Tegal, Ir Haryana saat dikonfirmasi mengatakan, diakui kendala yang dialaminya dalam penanganan sampah adalah persoalan minimnya armada dan belum adanya penjadwalan pengakutan sampah yang tepat. Diinformasikan, saat ini Diskimtaru hanya memiliki dump truck pengangkut sampah yang layak pakai 10 unit, sedangkan 2 unit saatini masih dalam perbaikan.

“Saat ini kami masih terkendala dengan armada pengakutan sampah yang jumlahnya masih minim. Belum lagi dengan frekwensi jadwal pengangkutan yang masih terlalu longgar. Saat ini kami baru memiliki 10 unit dump truk, itu saja yang 2 unit ada di bengkel dan praktis tidak beroperasi,” kata Haryana.

Ditambahkan, untuk ke depan dalam penanganan sampah Diskimtaru akan lebih mengoptimalkan frekwensi pengangkutan sampah di tiap TPS dan melakukan perbaiakan armada pengangkutan sampah secara menyeluruh. “Dari 10 unit Dum Truck dihandel oleh 22 supir, dengan sistim sift , Shift Pertama antara pukul 06.00 s.d 12.00, shift kedua antara 13.00 s.d 17.00. Adapun personel persampahan ada 186 personel dengan rincian : 112 penyapu jalan, BM sampah Tosa 8 orang , BM sampah  Dum Truck 35 orang, Mandor 10 orang, perumput 7 orang , Sopir Tosa 8 orang, Sopir Dum Truck Swakelola 3 orang,” tegasnya.