Lempengan Patah, Tanah di Ciregol Terus Bergerak
KN-Kuntoro
Kamis, 24/03/2011, 16:26:00 WIB

Akibat lempengan bumi patah, jalan di Ciregol mengalalami pergerakan sehingga amblas. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sebagian bumi wilayah di Kabupaten Brebes diduga lurus dengan lokasi lempengan bumi di Banjarnegara Jateng. Hal ini diketahui dari penelitian dan analisa Tim Geologi Jawa Tengah. Lempengan bumi ini mengalami patahan sehingga ada pergerakan tanah.  Bahkan di Ciregol ada pergeseran tanah di balik bukit sepanjang empat meter.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH Msi, Kamis 24 Maret 2011 siang, saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Brebes, Jawa Tengah di Aula Islamic Center Brebes.

Menurut Agung, tim geologi Jawa Tengah yang melakukan penelitian kejadian longsor di Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo dan jalan tanjakan Ciregol, Kecamatan Tonjong yang amblas beberapa waktu lalu, menemukan dugaan penyebab longsor adalah karena lokasi tersebut lurus dengan lempengan bumi di Banjarnegara.

''Lempengan bumi ini mengalami patahan sehingga ada gerakan di bumi. Bahkan, di Ciregol ada pergeseran tanah di balik bukit sepanjang empat meter. Jika seandainya temuan tersebut benar, kami akan melakukan upaya pencegahan dan meminimalisir dampak bencana alam yang bisa terjadi setiap saat,'' tutur Agung.

Lebih lanjut dikatakan Agung, anomali cuaca telah menyebabkan sejumlah bencana alam dan gagal panen. Dìsamping itu, curah hujan tinggi juga telah memicu kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Brebes. ”Semoga tahun 2011 ini juga seluruhnya bisa diperbaiki, kami juga telah perintahkan SKPD-SKPD agar mengalihkan anggaran yang tidak prioritas untuk memperbaiki jalan rusak,'' ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Provisi Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly mengatakan,  tuntutan masyarakat terhadap perbaikan jalan yang rusak di wilayah Kabupaten Brebes, diminta jangan saling lempar kewenangan. Sebab, setiap kali muncul desakan masyarakat terkait perbaikan jalan, yang terjadi justru saling lempar antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

"Kami saat melaksanakan reses di Brebes banyak mendapat keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan. Warga meminta jalan rusak itu segera diperbaiki. Namun, kami sayangkan dari dinas terkait jawabannya seakan saling lempar kewenangan. Mestinya tidak seperti ini, semua

keluhan ditampung kendati yang rusak itu jalan provinsi atau nasional," ujarnya.

Dari pantauannya, hampir sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Brebes kini rusak parah. Kondisi demikian, jelas dikeluhkan warga karena jalan itu menjadi sarana transportasi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Keluhan itu banyak disampaikan ke teman-teman anggota DPRD.

Masyarakat selama ini tidak tahu jalan yang rusak itu menjadi kewenangan siapa. Sebab, mereka hanya mengetahui perbaikan jalan rusak itu menjadi kewenangan pemerintah. Apakah itu pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

"Karena itu, kami minta dinas terkait jangan saling lempar kewenangan. Semua keluhan dan tuntutan warga seyogyanya ditampung untuk dikoordinasikan dengan dinas yang berwenang," tandas Wahyudin.