![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Mencegah dan menanggulangi terjadinya rawan pangan bagi masyarakat nelayan yang terkena bencana angin barat di wilayah pantura Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Kantor Ketahanan Pangan, menyerahkan bantuan logistik beras sebanyak 39.910 Kg bagi 7.982 jiwa nelayan di 11 desa dari 5 kecamatan.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH. Msi di dua tempat berbeda yaitu untuk Kecamatan Tanjung dan Losari di TPI Desa Krakahan, dan untuk Kecamatan Brebes, Wanasari dan Bulakamba di Aula Desa Pulogading.
Menurut Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH. Msi dalam sambutanya, angin barat yang saat ini terjadi itu bukan sembarang angin. Nelayan takut melaut karena cuaca ekstrim, sehingga tidak mendapatkan penghasilan.
“Angin barat adalah angin yang cukup besar yang dapat mengakibatkan terjadinya ombak sangat besar, yang tentunya sangat membahayakan bagi para nelayan dalam melakukan pekerjaanya di laut lepas. Oleh karena itu, dihimbau para nelayan jangan berusaha menentang, dan tetap nekad untuk melaut tanpa memperdulikan keselamatan,” pintanya.
Dikatakan Agung, meskipun saat ini telah ada bantuan dari pemerintah, masyarakat nelayan harus tetap berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup melalui usaha-usaha yang lain, salah satunya menjadi pembudidaya rumput laut di lahan tambak yang mereka miliki.
Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Budhiarso Dwi Hartono, mengatakan 7.982 jiwa penerima bantuan meliputi 275 warga Desa Karang Dempel, 541 warga Prapag Kidul, 366 warga Prapag Lor, 1.198 warga Pengaradan dan 994 warga Krakahan. Kemudian 130 warga desa Kaligangsa, 79 warga Kedunguter, 742 warga Kaliwlingi, 638 warga Sawojajar,1.059 warga Pulogading dan 1.960 warga Kluwut yang masing-masing menerima 5 Kg beras.