![]() |
|
|
PanturaNews (Pekalongan) - Sejumlah massa pendukung salah satu calon bupati (Cabup) peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan, secara tiba-tiba menyerang ke kantor Komisi Pemilihan Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pasalnya, KPUD dinilai tidak fair dalam penyelenggaraan Pemilukada.
Namun upaya mereka gagal, karena dihalau petugas dari Satuan Anti Anarkhis Polres Pekalongan. Massa pendomo pun mundur dari blokade petugas. Tak lama kemudian, massa datang kembali dengan brutal. Selain melakukan penyerangan terhadap petugas, massa juga melakukan penjarahan dan pembakaran terhadap toko-toko yang ada di sekitarnya.
Dalam kondisi itu, petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan kepada massa yang
anarkis sehingga mereka lumpuh. Sebelumnya petugas juga meluncurkan gas air mata, serta melakukan menyemprot ke arah para pendemo dengan menggunakan mobil water canon. Upaya petugas ini membuat para demonstran mundur kocar kacir dan membubarkan diri, sehingga suasana menjadi aman kembali.
Sementara para korban dari aksi demo anarkis langsung mendapatkan perawatan dari tim medis, sedangkan petugas dari Kesatuan Reskrim melakukan identifikasi dan olah TKP, kemudian Kesatuan Lalu Lintas menertibkan kembali arus kendaraan di kawasan Jalan Raya Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Demikian suasana saat dilakukan simulasi Pengamanan Pemilukada Kabupaten Pekalongan di depan Pendapa Bupati Pekalongan, Jalan Mandurorejo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang digelar Polres Pekalongan, Selasa 22 Maret 2011 sekitar pukul 10.00 WIB.
Simulasi disaksikan Waka Polda Jawa Tengah Brigjen Pol Sabar Raharjo, Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA dan para Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pekalongan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Dikatakan Brigjen Pol Sabar Raharjo, pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kriminalitas, termasuk antisipasi adanya teror yang menggunakan paket bom dalam Pemilukada, terutama di Kabupaten Pekalongan. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan memeriksa paket-paket yang mencurigaka,n dari mana pun asalnya paket tersebut.
"Kami terus melakukan antisipasi terhadap teroris, yang dimaksud kali ini adalah paket bom, dengan memeriksa paket-paket yang mencurigakan, termasuk untuk pengamanan Pemilukada,"
terang Waka Polda Jawa Tengah.
Sabar Raharjo berharap agar Pemilukada Kabupaten Pekalongan berlangsung lancar, sukses, aman dan menghasilkan demokrasi yang baik. Karena itu, semua pihak hendaknya turut menjaga keamanan dan kondusifitas sejak pra maupun pasca Pemilukada. Pesta demokrasi hendaknya dapat dijalani dengan baik, aman dan damai tanpa terjadi hal yang anarkis.