Ketahanan Pangan Labil, Inflasi Belum Bisa Dikendalikan
JAY-Riyanto Jayeng
Senin, 21/03/2011, 22:51:00 WIB

Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak.

PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, kesulitan menangani laju inflasi yang mengakibatkan labilnya tingkat ketahanan pangan. Hal itu dikarenakan belum adanya lembaga khusus yang menangani fluktuasi inflasi. Dengan kata lain, laju inflasi di Kota Tegal belum bisa dikendalikan.

Hal itu ditegaskan Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak usai mengikuti seminar mewujudkan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan dan pelaku usaha dalam pengembangan potensi daerah di hotel Plaza Kota Tegal, Senin 21 Maret 2011.

“Hingga saat ini, Kota Tegal belum memiliki Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), padahal di daerah lain di seluruh Indonesia Tim pengendalian Inflasi sudah mulai dibentuk. Oleh karenanya laju inflasi, salah satunya disebabkan oleh ulah segelintir oknum pedagang, karena menimbun barang tidak bisa dikendalikan, “ kata Ikmal.

Menurut Ikmal, inflasi daerah perlu dikendalikan demi terwujudnya stabilitas ketahanan pangan dan keamanan daerah. Sebab hal itu erat kaitannya dengan kebutuhan pokok masyarakat. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal, tingkat inflasi Kota Tegal pada bulan Pebruari 2011 mencapai 0,8 persen. Angka itu dinilai tergolong masih rendah, akan tetapi tidak bisa menjadi patokan karena tingkat inflasi daerah dihitung dalam rata - rata per tahun.
Lebih jauh Ikmal mengatakan, di Kota Tegal harus dibentuk tim pengendalian inflasi daerah yang beranggotakan Pemkot Tegal, Bank Indonesia Tegal, 2 aparat penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan. “ Tingkat inflasi yang terjadi bisa jadi dikarenakan adanya tindakan penimbunan barang oleh oknum pedagang, maka harus ada aparat penegak hukum yang dimasukan dalam tim pengendali inflasi,” ujarnya.
Sementara Kepala Bank Indonesia (BI) Tegal, Yoni Depari mengatakan tingkat inflasi di Kota Tegal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 tingkat inflasi mencapai 5,83 persen dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 6,73 persen.
”Peningkatan inflasi di Kota Tegal disebabkan peningkatan harga komoditas bahan makanan, kelompok makanan jadi dan kelompok pendidikan. Peningkatan harga juga dipengaruhi adanya gangguan pasokan dan distribusi akibat kondisi cuaca yang menurunkan hasil produksi pertanian khususnya untuk komoditas hortikultura atau bumbu-bumbuan,” tegas Yoni.