![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Warga Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sahrul Adiansyah (3), memiliki kegemaran yang cukup aneh. Pasalnya, bocah yang usiannya baru tiga tahun, anak pasangan Tardi (40) dan Nurul Hidayah (35) itu, gemar menghisap rokok layaknya orang dewasa. Bahkan dalam sehari, rata-rata ia menghabiskan dua batang rokok.
Anehnya, bila kegemarannya itu dilarang dia menangis sejadi-jadinya, hingga kedua orang tuanya tidak bisa mendiamkan. Namun, ketika rokoknya diberikan lagi, ia mendadak diam dan kembali bermain.
Dalam menikmati rokoknya, Sahrul terlihat seperti orang dewasa. Batang rokok ia pegang dengan diselipkan di antara telunjuk dan jari tengahnya. Meski kedua orang tuannya kerap melarang, tetapi kegemaran merokok tersebut tidak mau ditinggalkannya. Kondisi demikian membuat khawatir kedua orang tua Sahrul.
"Saya sendiri heran, kenapa anak saya seperti ini. Meski sudah dilarang dan rokok yang dipegang diminta paksa, tetapi anak saya melawan dan menangis sejadi-jadinya. Bahkan, saya sampai tidak sanggup untuk mendiamkannya. Namun, saat diberi rokok kembali nangisnya langsung berhenti," ungkap Nurul Hidayah (35), orang tua Sahrul Adiansyah saat ditemui di rumahnya, Jumat 18 Maret 2011.
Dia menuturkan, kegemaran merokok itu mulai muncul sejak anaknya berusia 2,6 tahun. Tepatnya, pada pertengahan tahun 2010 lalu. Awalnya, hanya sebatas mainan puntung rokok dari bekas rokok ayahnya. Namun, lama kelamaan puntung rokok yang masih menyala itu dihisap. Bahkan kini anaknya sudah berani mengambil rokok dan minta dinyalakan.
"Kalau dilarang, anak saya menangis dan tidak bisa dihentikan. Ini yang membuat kami kerepotan," tuturnya.
Nurul mengaku, kebiasaan merokok anaknya itu kini sudah mulai berkurang. Semula dalam sehari bisa menghabikan rokok lebih dari dua batang. Namun, sekarang hanya dua batang setiap harinya. Itu biasanya dilakukan saat pagi dan siang hari ketika bermain di rumah.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sri Gunadi mengatakan merokok pada usia bocah akan sangat membayakan pada kesehatan. Sebab, di dalam rokok tersebut terdapat 4000 zat kimia yang mengandung racun, dimana secara tidak sadar masuk ke dalam tubuh manusia.
Menurutnya, untuk bisa menghilangkan kebiasaan merokok itu, harus dimulai dari lingkungan keluarga terlebih dahulu.