![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Kerusakan kawasan tanah longsor di sepanjang jalan jalur utama Brebes-Tegal-Purwokerto, Jawa Tengah diperlukan biaya perbaikan sekitar Rp 10 miliar. Kerusakan di jalur itu, yakni amblasnya jalan di Ciregol akibat pergerakan tanah dan longsor di Kalikeruh, sudah mencapai 60 persen sehingga rawan menimbulkan kecelakaan dan kemacetan.
Demikian disampaikan Petugas Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah, Edi Sutarno. "Biaya sebesar Rp 10 miliar ini kami gunakan untuk penanganan tujuh titik kawasan longsor di jalur utama Brebes-Tegal-Purwokerto," katanya kepada PanturaNews, Rabu 16 Maret 2011.
Menurutnya, kondisi ruas jalan di jalur utama Brebes, Tegal hingga Purwokerto hampir 60 persen rusak, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan. Pondasi jalan saat ini dalam kondisi struktur tanah yang labil, dan cepat rusak jika diguyur hujan deras.
"Selain itu, kendaraan berat yang melintas di jalur utama ini juga memicu kerusakan jalan," ujar Edi Sutarno.
Kawasan tanah longsor di sepanjang jalur utama Brebes-Tegal-Purwokerto, yaitu tanjakan dan tikungan Ciregol, Kecamatan Tonjong, serta di sekitar jembatan Kali Keruh. "Kedua daerah tersebut sudah dua kali longsor, dan kini kondisinya juga cukup berbahaya bagi kendaraan yang melintas," tuturnya.
Pengajuan dana sebesar Rp 10 miliar sudah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, dan diharapkan segera teralisasi sebelum jalur selatan penghubung Tegal-Brebes-Purwokerto ini putus total.
"Saat ini kondisi jalur utama Brebes-Tegal-Purwokerto sudah memprihatinkan, sehingga diharapkan pengajuan dana sebesar Rp 10 miliar secepatnya terealisasi," harap Edi Sutarno.