Said Aqil: Pilih Pemimpin yang Peduli Kemajuan NU
AZ-Agus Zahid
Selasa, 15/03/2011, 10:33:00 WIB

Ketua PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siraj MA ketika memberikan tausiyah di hadapan ribuan warga NU Kabupaten Pekalongan. (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Pekalongan) - Secara konstitusional Nahdlatul Ulama (NU) bukan lembaga atau organisasi politik. Namun warga NU, termasuk para tokoh, kyai dan ulamanya diperkenankan berpolitik untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat dalam berbangsa dan bernegara, termasuk keterlibatan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

Karena itu, warga NU dihimbau untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada Kabupaten Pekalongan 01 Mei 2011 mendatang, dengan memberikan hak pilihnya kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati yang peduli terhadap kemajuan NU ke depan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr. KH Said Aqil Siraj MA pada Pengajian Umum Peringatan Maulid Nabi di halaman Gedung NU Kabupaten Pekalongan Jalan Karangdowo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 14 Maret 2011 pukul 23.30 WIB.

Tugas kyai dan ulama memang mengajarkan ilmu agama dalam rangka membentuk kehidupan yang rahmatanlila'lamin. Namun tidak ada salahnya, jika kyai juga ikut berperan untuk ikut berpartisipasi dalam demokrasi lima tahunan untuk mengarahkan kepada masyarakat, agar memilih pemimpin atau kepala daerah yang terbaik. Pemimpin yang terbaik menurut versi NU, adalah yang menghidupi tradisi NU seperti kegiatan tahlilan, manaqib, barzanji, toriqoh dan lain-lain.

"Memilih pemimpin yang demikian, hukumnya wajib bagi warga NU. Dengan adanya kegiatan tahlilan di pendapa bupati menunjukkan bahwa tradisi NU di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan Bu Qomariyah," kata Said Aqil Siraj.    

Menurut Said Aqil Siraj, secara politik NU telah memiliki peran penting dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tokoh NU KH Wahid Hasyim, putra pendiri NU KH Hasyim Asy'ari adalah salah seorang panitia pembentukan negera kesatuan Republik Indonesia (BPUPKI), yang diketuai Ir Sukarno, tokoh Proklamator RI. Dilanjutkan dengan cucu pendiri NU yakni KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur juga pernah menjabat Presiden RI.

"Jadi NU tidak hanya bisa mengaji dan tahlil, tapi mampu berperan aktif dalam membangun bangsa dan negara, dan itu sudah terbukti," tuturnya.  

Aqil menghimbau kepada Bupati Pekalongan, Siti Qomariyah untuk terus melanjutkan pembangunan memajukan Kabupaten Pekalongan baik di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, budaya dan lain-lain. Yang tak kalah penting, tutur Said Aqil, adalah merubah citra bagi pendidikan formal keagamaan untuk lebih baik dan seimbang dengan pendidikan umum. Dengan demikian, kepemimpinanya saat ini maupun masa mendatang membawa nama baik bagi NU, baik dimata nasional maupun internasional.

"Kami pesan kepada Bu Qom dalam kepemimpinan mendatang bisa merubah citra terhadap pendidikan agama agar lebih baik dari pada pendidikan umum, minimal seimbang, sehingga mampu mengangkat nama baik NU," pesanya.

Tokoh Ulama Kabupaten Pekalongan, KH Akrom Sofwan menyatakan secara pribadi mendukung Siti Qomariyah MA melanjutkan tugasnya sebagai Bupati Pekalongan lima tahun mendatang. Hal itu didasarkan pada hasil kinerja selama lima tahun yang baik, dan mampu melaporkan kepada masyarakat secara rinci dan jelas, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami secara jelas. "Secara pribadi saya setuju Bu Qom meneruskan tugasnya sebagai bupati lima tahun mendatang," tuturnya.

Sementara Dra Hj Siti Qomariyah MA menyampaikan, kemajuan yang diraih Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama lima tahun ini cukup signifikan. Di bidang ekonomi mampu mengurangi angka kemiskinan, di bidang pendidikan telah membangun puluhan sekolah bersama masyarakat, di bidang kesehatan pun demikian.

Selaku warga NU, Siti Qomariyah minta doa restu untuk mencalonkan kembali sebagai Bupati Pekalongan dalam Pemilukada 01 Mei 2011 mendatang. "Selaku warga NU, saya minta doa restu untuk mencalonkan kembali menjadi Bupati Pekalongan bersama Riswadi, selaku wakilnya," ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan pengajian umum itu diikuti ribuan warga Kabupaten Pekalongan serta dihadiri para tokoh kyai dan ulama NU se Kabupaten Pekalongan, termasuk Ketua Umum Toriqoh Al Mu'tabaroh, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, KH Drs MUslih Khudhori MA yang juga selaku ketua panitia.