![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pergerakan tanah di tikungan Ciregol, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengakibatkan ambles dan putusnya jalan raya antara Tegal - Purwokerto, mulai berkurang. Meski begitu, pengurugan dengan pasir dan batu (sirtu) masih terus dilakukan. Arus kendaraan kecil dan pribadi, tetap dialihkan ke jalur-jalur alternatif. Sedangkan untuk bus dan truk sampai saat ini masih putus.
"Sebelumnya setiap hari amblesnya mencapai 75 centimeter, sekarang berkurang hanya beberapa centimeter saja," kata Nawir, pelaksana yang melakukan pekerjaan pengurugan, Senin 14 Maret 2011 sore.
Pengurugan pada bagian jalan yang ambles juga sudah berkurang, dari tiga kali sehari menjadi sekali sehari. Kondisi itu terjadi setelah curah hujan berkurang, dan kendaraan berat yang melintas juga berkurang. "Mungkin karena hujan sudah jarang dan truk-truk bertonase tinggi tidak lagi melintas," ujar Nawir.
Sementara itu, petugas dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Tobirin mengatakan, penanganan darurat dengan pengurugan sirtu karena belum ada tindakan lain. Penutupan lalulintas secara total juga belum dilakukan, hanya pengalihan dan pengurangan kendaraan bertonase tinggi.
"Penutupan total belum, hanya dialihkan saja untuk kendaraan ringan lewat Kutamendala dan Linggapura. Untuk kendaraan berat, seperti truk tronton sudah dialihkan ke jalur lain, tapi untuk bus satu dua masih bisa melintas," terangnya, saat ditemui PenturaNews di lokasi.
Transportasi umum dengan kendaraan angkutan bus antara Tegal - Purwokerto sampai saat ini masih putus. Dari arah Tegal, penumpang diturunkan di Kosambi, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal dan dari arah Purwokerto penumpang hanya sampai di Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong.