40 Tahun Minum Air Sungai, Pemkab Akan Kirim Air Bersih
KN-Kuntoro
Senin, 07/03/2011, 22:21:00 WIB

Salah satu warga Dukuh Wangon menampung air sungai di kolam penampungan untuk diendapkan. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) – Lebih dari 40 tahun, warga Pedukuhan Wangon, Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merindukan air bersih. Selama ini kebutuhan air, mengambil dari sungai atau aliran irigasi yang diendapkan di bak penampungan.

Tapi kini warga setidaknya bisa sedikit lega, karena dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes berjanji, akan mengirimkan tangki-tangki air bersih dari PDAM untuk menyuplai kebutuhan air bersih.

“Kami merespon kebutuhan warga Dukuh Wangon yang sudah berpuluh-puluh tahun kesulitan air bersih, dengan mengirimkan tangki air dalam waktu dekat,” tungkas Wakil Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi, Senin 07 Maret 2011 sore, di Ketanggungan, Brebes.

Agung menjelaskan, selain mengirim tangki-tangki air bersih, pemkab juga akan mendirikan bangunan-bangunan dimana terdapat sumber mata air. Namun, pihaknya meminta warga menyikapi dengan arif, karena persoalan yang terjadi di Desa Kubangsari tersebut, akibat kerusakan lingkungan yang ditandai dengan hilangnya tanaman-tanaman gerak.

“Kita akan menggalakkan penaman tanaman gerak, karena menurut kajian dari Dinas Kehutanan bahwa setiap tanaman gerak yang berdiameter 40 centimenter, ketinggian 4 meter dan bentangannya 4 meter, mampu menahan cadangan air sampai 40 liter,” tutur Agung.

Diketahui Dukuh Wangon, Desa Kubangsari, sudah lebih dari 40 tahun warganya hidup tanpa air bersih. Mereka mengandalkan air sungai atau air irigasi yang keruh untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari dari mandi, mencuci hingga memasak. Warga juga kerap diare dan terkena penyakit kulit akibat mengkonsumsi air sungai tersebut.

Darpi (35), warga Dukuh Wangon, mengatakan saat musim penghujan dirinya masih bisa mengambil air di sungai dan ditampung di dalam kolam yang sengaja dibuat untuk pengendapan. Namun disaat musim kemarau, dirinya harus berjalan sejauh 5 kilometer untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi.

“Air yang diambil dari sungai, kami endapkan dulu di kolam penampungan, kemudian kami rebus untuk air minum dan masak,” tutur Darpi.

Dia dan keluarganya, juga tidak merasa risih atau sakit-sakitan selama menggunakan air sungai yang keruh tersebut. Hal itu terpaksa dilakukan karena tidak adanya air bersih yang dibutuhkannya.

“Selama ini kebutuhan air bersih sangat memprihatinkan. Belum ada perhatian dari pemerintah daerah. Sudah lama saya mendambakan adanya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kepala Desa Kubangsari, Tarlan Kurniawan AM,Pd mengatakan, warga saat ini tertolong oleh musim penghujan. Itupun bagi mereka yang berekonomi menengah keatas, yaitu dengan membangun kolam penampungan air.