HKTI: Bawang Merah Impor Merusak Harga Pasar Lokal
TK-Takwo Heriyanto
Minggu, 06/03/2011, 16:13:00 WIB

Ketua HKTI Cabang Brebes, Masrukhi Bachro (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Brebes) – Ratusan ton bawang merah asal Vietnam dan Thailand terus membanjiri pasar-pasar dan gudang di wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya, petani setempat resah karena harga bawang merah lokal kini mulai turun dari semula Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 17.000 per kilogram. Penurunan harga diperkirakan akan terus terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Kabupaten Brebes, Masrukhi Bachro, Minggu 06 Maret 2011. Menurutnya, masuknya bawang impor dampak yang dirasakan adalah rusaknya harga di pasar, dan itu membuar petani resah.

"Meski sekarang adalah era perdagangan bebas, tapi kami tetap menolak bawang impor masuk ke wilayah Brebes," ujar mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Brebes.

Dikatakannya, masuknya bawang impor merupakan tantangan bagi petani Brebes. Bawang impor dari Thailand aromanya sudah hampir sama dengan bawang lokal Brebes. Itu membuktikan Thailand terus berinovasi agar hasil pertaniannya baik, bahkan sama dengan negara asal tanaman tersebut. Karena itu, persoalan bawang impor harus bisa disiasati, sehingga dampaknya terhadap petani bawang lokal dapat ditekan.

"Pemkab bersama petani harus bisa bareng-bareng meningkatkan produktivitas bawang. Masuknya bawang impor itu, karena produksi petani lokal pada waktu-waktu tertentu tidak bisa menutup kebutuhan pasar. Kalau kita bisa meningkatkan kwalitas, dan meningkatkan produksi, niscaya masuknya bawang impor tidak akan berpengaruh terhadap harga," ungkap Masrukhi.

Sementara Sugito (43), petani bawang merah Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, berharap bawang impor tidak masuk ke Brebes. Menurut dia, meskipun saat ini pasokan bawang lokal sedikit, tapi kalau bawang impor tidak masuk tentunya tidak merusak harga.

"Setelah bawang impor mulai masuk, harga bawang lokal mulai turun. Itu membuat kami rugi," ujarnya.