![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Akibat amblasnya ruas jalan utama di tikungan Siregol, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sedalam 50 centimeter dengan panjang 10 meter, kendaraan truk dan bus dari arah Jakarta menuju Purwokerto dialihkan lewat Kabupaten Pemalang.
Sebelumnya, antrian kendaraan mengular hingga puluhan kilometer di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Tegal – Purwokerto, Sabtu 05 Maret 2011. Untuk memudahkan para pengemudi kendaraan, petugas dari Sat Lantas Polres Tegal memasang papan peringatan pengalihan jalur di setiap titik sepanjang jalur Tegal-Purwokerto.
Dari pantauan PanturaNews, peristiwa amblasnya jalan utama itu terjadi sejak Kamis 03 Maret 2011 malam. Menurut warga, amblasnya jalan ini akibar tanah bergerak dan tergerus hujan deras yang mengguyur wilayah Tonjong dalam beberapa hari terakhir.
Untuk mengatasi keadaan, warga bergotong royong memperbaiki jalan yang amblas dengan pasir dan batu seadanya. Petugas meminta pengendara untuk berhati hati, karena tanah di lokasi tersebut memang kondisinya labil.
Untuk antisipasi kemacetan yang lebih panjang, kendaraan kecil dialihkan ke jalan alternatif lewat jalan Desa Kuta Mandala hingga Lingga Pura, Tonjong yang jaraknya mencapai 60 kilometer untuk mencapai Tegal atau Brebes.
Salah seorang pengemudi Bus jurusan Jakarta-Purwokerto, Supar, mengatakan, pengalihan jalur ke Purwokerto lewat Pemalang merupakan satu-satunya alternatif yang harus dilakukan. Akan tetapi, jarak tempuh dari pengalihan jalur itu semakin jauh.
“Terpaksa kami memutar arah menuju Pemalang, lalu langsung mengambil arah Randudongkal lalu naik terus menuju Purbalingga, kemudian ambil kanan menuju Purwokerto,” tutur Supar.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa titik di ruas jalan Tegal-Purwokerto, tapatnya di jalur Siregol Desa Tonong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambles akibat tanah bergerak, sehingga terjadi kemacetan lalulintas di jalur yang cukup padat itu. Kemacetan diperparah dengan adanya sebuah truk yang mogok, karena mengalami patah as roda tepat di jalan yang ambles.
"Badan jalan ambles, sehingga kendaraan sulit melintas. Badan jalan juga tinggal separuh karena ada truk yang mogok," kata Trisno (50), sopir travel asal Banyumas yang ikut terjebak kemacetan, Kamis 03 Maret 2011.
Badan jalan ambles dan membentuk patahan dengan kedalaman sekitar 50 centimeter akibat pergerakan tanah, di beberapa bagian jalan juga mengalami retak-retak. Pada bagian jalan yang retak tersebut oleh beberapa warga diurug dengan batu dan pasir batu, sehingga bisa dilintasi kendaraan secara bergantian. Namun begitu karena banyak pengemudi yang saling serobot menjadikan kemacetan sulit diurai.