![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Daerah lemah menghadapi masuknya bawang merah impor yang berdampak merusak harga bawang merah lokal. Saat ini, ribuan ton bawang merah impor telah memenuhi pasar lokal dan gudang-gudang di wilayah Pantura, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Masuknya bawang merah asal Vietnam dan Thailand, membuat harga bawang lokal turun drastis. Selain untuk keperluan bibit, bawang impor yang memenuhi pasar lokal ini, sebagian besar dikirim ke luar kota, seperti ke Jakarta, Bandung, kota-kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Papua.
"Sudah saatnya para petani bawang merah memproteksi dari tekanan bawang merah impor," kata Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro saat meresmikan sebuah jembatan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Jumat 04 Maret 2011.
Pemerintah pusat sudah menetapkan harga resi gudang untuk bawang merah impor, dan setiap bawang impor yang masuk harus melalui gudang milik pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah mengakui belum ada koordinasi yang maksimal dengan pemerintah pusat untuk menekan masuknya impor bawang merah.
“Bawang merah adalah produk yang mempunyai sensitifitas harga tinggi. Untuk itu para petani perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, guna mencari solusi yang terbaik,” ungkap Agung.
Di Kabupaten Brebes ada sekira 20 ribu hektar lahan sawah yang bisa ditanami bawang merah. Hasil panen lahan ini, sebenarnya mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Masuknya bawang impor ini merusak harga bawang lokal. Bawang merah lokal yang semula berharga Rp 20 ribu per kilogram, kini merosot hanya Rp 18 ribu per kilogram. Sedang harga bawang impor hanya Rp 16 ribu per kilogram.
Sampai saat ini, pemerintah daerah belum mampu mengatur tata niaga bawang merah, agar tidak merugikan petani bawang lokal. Masuknya bawang impor ini, diduga hanya permainan tengkulak untuk mendapatkan bawang lokal Brebes dengan harga murah.
“Saya minta para tengkulak juga memperhatikan nasib petani bawang merah. Mereka tidak boleh mendatangkan bawang impor, jika ujungnya akan merugikan para petani bawang merah di Brebes,” tegas Agung.