Warga Desak Pemkab Tangani Putusnya Jembatan Cacaban
ZM-Zaenal Muttaqin
Senin, 28/02/2011, 21:04:00 WIB

Sejumlah warga Desa Pengarasan menemui Wakil Bupati Brebes meminta perbaikan jembatan yang putus (Foto: Zaaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah warga Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 Februari 2011 sore menggeruduk Wakil Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi yang tengah berkunjung ke kecamatan setempat saat penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unsoed Purwokerto.

Warga meminta agar putusnya jembatan Cacaban yang satu-satunya akses menuju Desa Pengarasan dan Kebandungan segera lakukan perbaikan.

"Kami sangat kecewa dengan penanganan jembatan tersebut, karena hanya dengan kontruksi kayu glugu dan sekarang sudah rusak lagi dihantam banjir, Minggu 27 Februari 2011 sekitar pukul 17.00 WIB. Padahal pekerjaan belum selesai," kata Abuya (40) salah satu warga.

Menurut Abuya, karena jembatan itu sangat vital bagi warga semestinya penanganan lebih permanen dengan kontruksi yang kuat dan tidak asal-asalan. "Kami melihat kontruksinya kurang baik, sehingga gampang rusak diterjang arus sungai," tutur Abunya.

Sementara warga lainnya, Gopar Ismail menyampaikan kepada Wakil Bupati pekerjaan penanganan darurat pada jembatan Cacaban yang berlokasi di Desa Sindangwangi itu tidak bagus. Tiang penyangga hanya ditanam sedalam 50 centimeter, padahal semstinya dua meter. "Cuma setengah meter, bagaimana bisa kuat menahan terjangan arus sungai," katanya.

Menanggapi keluhan warga itu, Wakil Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi menjelaskan, penanganan secara permanen atas putusnya jembatan Cacaban, baru bisa dianggarkan paling cepat pada APBD Perubahan. "Sesuai aturan penanganan saat ini baru secara darurat," ujarnya.

Agung juga berjanji akan memperhatikan aspirasi warga tersebut dan akan memberikan sanksi kepada pihak pelaksana pekerjaan jembatan darurat, jika apa yang disampaikan warga itu benar. Kepada Dinas dan pihak terkait juga akan diminta untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap penanganan darurat paska bencana.

"Aspirasi warga kami terima, kami akan tegur pihak-pihak yang terkait. Siapa saja kami minta juga jangan mengambil keuntungan diatas kesulitan warga," tegas Agung.

Untuk mencegah terjadinya bencana, Agung mengajak semua warga untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian alam. Penambangan liar baik batu maupun pasir di sungai ataupun pembalakan hutan, jangan sampai dilakukan oleh warga. Sebab, terjadinya bencana tidak lepas dari kerusakan alam yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

"Ayo jaga kelestarian alam, kalau melihat ada penambangan liar, ingatkan dan cegah agar alam tidak rusak," tandasnya.

Nampak mendampingi Agung ketika menemui warga, anggota DPRD Brebes asal Bantarkawung, Sudono dan juga Camat Bantarkawung, Edi Sudarmanto SIP, Kepala UPTD PU dan Tata Ruang Wilayah Bantarkawung, Yurisman. Setelah menyampaikan aspirasinya, warga membubarkan diri.