![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Produksi rumput laut di wilayah Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa tengah, turun hingga mencapai lebih dari 50 persen akibat terkena hama lumut rambut. Hama tersebut bersifat seperti benalu, sehingga menghambat pertumbuhan rumput laut.
Tarwin (50) petani rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Senin 28 Februari 2011, mengatakan saat ini dari satu petak tambak seluas 5000 meter persegi, hanya menghasilkan sekitar tujuh kwintal rumput laut kering. Padahal biasanya, dari lahan yang sama bisa dihasilkan sekitar 2,5 ton rumput laut kering sekali panen.
“Selain karena hama, penurunan produksi juga disebabkan air tambak tercemar air sungai. Produksi turun karena kena air adem (air tawar) dari sungai,” ujar Tarwin.
Akibat penurunan produksi tersebut, penghasilan petani juga turun. Padahal, mereka hanya memperoleh penghasilan setiap dua bulan sekali, karena panen hanya berlangsung setiap dua bulan sekali.
Harga rumput laut kepada pengepul di wilayah Brebes, rata-rata satu kilogram dijual Rp 2.500. Meskipun produksi rumput laut dari petani turun, namun kenaikan harga rumput laut belum signifikan. Harga rumput laut saat ini berkisar Rp 7000 per Kg dari semula Rp 6.700 per Kg, yaitu naik sekitar Rp 300 per Kg. Bagi petani, kenaikan tersebut belum menutup beaya pengolahan.
“Saya minta perhatian pemerintah agar bisa mengkondisikan harga rumput laut sebesar Rp 10.000 per Kg, karena harga tersebut baru bisa menguntungkan petani,” katanya.
Tidak ada yang mengetahui penyebab tumbuhnya lumut rambut. Hama yang berbentuk seperti rambut tersebut tiba-tiba muncul dan mengganggu pertumbuhan rumput laut yang dipelihara di dalam tambak. Menurut Tarwin, serangan hama hampir dialami oleh semua petani yang jumlahnya mencapai ratusan.
Slamet Riyadi (40), pengepul rumput laut di Desa Randusanga Kulon, mengatakan pasokan rumput laut dari petani di Randusanga Kulon memang turun. Biasanya, ia bisa mendapatkan sekitar lima hingga enam ton rumput laut. Namun saat ini, rumput laut yang diperoleh hanya sekitar tiga ton per hari.
Ia mengaku, menjual rumput laut yang terkumpul kepada salah satu perusahaan pengolahan rumput laut di Jakarta. Rata-rata dalam sepekan, Slamet mampu mengirim sekitar 20 ton rumput laut ke Jakarta. Untuk memenuhi jumlah tersebut, ia juga menerima pasokan rumput laut dari petani di wilayah Pemalang dan Tegal.