Korban Kebakaran Bedeng akan Ditampung di Dua Pos Pengungsian
GHJay-SL. Gaharu & Riyanto Jayeng
Jumat, 25/02/2011, 15:12:00 WIB

Walikota Tegal, H Ikmal Jaya (tengah, pakai topi) dialog dengan warga korban kebakaran Perumahan Bedeng. (Foto: Humas Pemkot Tegal)

PanturaNews (Tegal) – Sebanyak 80 jiwa anggota dari 20 Kepala Keluarga (KK) yang menempati 19 rumah, warga Kelurahan Slerok RT 01 RW I, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang rumahnya ludes dilalap api, akan ditampung di dua Pos Pengungsian yakni di Aula Sebayu FM di Jalan Perintis Kemerdekaan dan di GOR Wisanggeni Jalan Nakula Kota Tegal.

Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE,Ak didampingi Wakil Walikota, Sekda dan Muspida yang meninjau lokasi kebakaran Perumahan Bedeng mengatakan, peristiwa kebakaran itu sangat memprihatinkan. Karena itu, walikota menyarankan kepada para korban untuk menempati sementara Pos Pengungian di Aula Sebayu FM dan GOR Wisanggeni.

“Kami menyarankan agar para korban tinggal di pos pengungsian. Pemerintah Kota Tegal akan membantu semua kebutuhan konsumsi, baik makan dan minum,” ujar Ikmal Jaya.

Menurut Ikmal Jaya, pihaknya siap membantu korban kebakaran semaksimal mungkin, dengan anggaran pada pos penanganan bencana. Namun saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata warga yang menjadi korban kebakaran.

“Kami berharap para korban tetap bersabar, karena setiap kejadian pasti ada penyebabnya. Untuk itu, hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran agar dihindari dan diantisipasi sedini mungkin,” tutur Ikmal Jaya.

Sementara Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali ZA, SE mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya membantu para korban kebakaran warga Perumahan Bedeng. Termasuk membantu pengurusan surat-surat penting yang ikut terbakar.

“Pemerintah akan berupaya membantu, termasuk membantu mengurus kembali surat-surat penting yang terbakar,” ujar Habib.

Berkaitan dengan masalah surat-surat penting yang terbakar, Wagiman (84) yang rumah serta seluruh isinya ludes terbakar mengeluhkan hal itu. Tidak hanya harta benda yang hilang, dia juga menyesalkan surat-surat penting yang terbakar seperi surat-surat pensiun, ijasah sekolah anak-anaknya dan surat penting lainnya.

“Surat-surat pensiunan saya terbakar, apakah pensiunan saya masih bisa diambil? Saya bingung,” keluh Wagiman saat ditemui di Sebayu FM sambil menangis.

Hal senada juga dikeluhkan puluhan warga lainnya. Khususnya penghuni 12 rumah yang ludes terbakar, karena tidak sempat menyelamatkan barang-barang dan harta bendanya. Bagi mereka yang terpenting adalah menyelematkan nyawa. Saat kebakaran terjadi, anak-anak mereka sudah pergi ke sekolah, dan orang-orang dewasa sudah berangkat kerja.