Jembatan Darurat akan Normalkan Jalur Transportasi Ekonomi
ZM-Zaenal Muttaqin
Sabtu, 19/02/2011, 15:26:00 WIB

Putusnya jembatan Cacaban, warga terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju desanya. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jembatan darurat dengan kontruksi dari batang pohon kelapa akan dibuat dilokasi Jembatan Cacaban, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang putus akibat terjangan arus deras sungai.

Akibat Jembatan Cacaban yang menjadi satu-satunya penghubung Desa Pengarasan dan Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung putus, lebih dari 16 ribu warga yang tinggal di dua desa tersebut terisolir.

Kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan umum tidak bisa melintas. Sehingga berdampak buruk bagi perekonomian warga yang umumnya berpenghasilan sebagai petani dan pedagang. Satu-satu cara terpaksa turun menyebrangi sungai dan itu bisa dilakukan jika sedang tidak turun hujan.  

"Jembatan darurat dengan batang pohon kelapa akan dibuat diatas jembatan yang ambruk," kata Kepala UPTD Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Wilayah Bantarkawung, Yurisman kepada PanturaNews, Sabtu 19 Februari 2011 siang.

Menurutnya, anggaran untuk pembuatan jembatan darurat diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Anggaran sebesar itu akan disiapkan oleh Pemkab Brebes, agar kesulitan warga atas putusnya jembatan yang melintang di Sungai Cikeruh itu bisa segera diatasi.

"Sudah kami hitung, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 50 juta untuk membangun jembatan darurat," kata Yurisman.

Jembatan darurat direncanakan lebar tiga meter panjang 15 meter, agar bisa dilewati kendaraan roda empat. "Diupayakan nantinya bisa dilewati mobil, agar aktivitas ekonomi warga dan juga anak-anak sekolah kembali normal," tuturnya.

Sementara itu, Camat Bantarkawung, Edi Sudarmanto SIP mengatakan, saat ini warga dan intansi terkait gotong royong melakukan penanganan darurat. Diharapakan, dalam waktu tidak terlalu lama, jalur transportasi kembali normal. "Bersama warga kita kerja keras untuk bisa menormalkan kembali jalur transportasi," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Cacaban yang menjadi satu-satunya penghubung Desa Pengarasan dan Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, putus diterjang arus deras sungai, Kamis sore 17 Februari 2011 sekitar pukul 17.30 WIB. Akibatnya, lebih dari 16 ribu warga yang tinggal di dua desa tersebut terisolir.