Asmawi: Sepakat Dukung Musda PAN Bebas dari Money Politik
JAY-Riyanto Jayeng
Kamis, 17/02/2011, 15:40:00 WIB

Sekretaris DPD PAN Kota Tegal, Asmawi Aziz (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tegal, Jawa Tengah, Asmawi Aziz, sepakat mendukung saran masukan dari kader-kader PAN untuk menciptakan kondusifitas dan bebas money politik dalam bursa pemilihan Ketua DPD PAN Kota Tegal, Jawa Tengah yang akan digelar 26 April 2011 mendatang.

“Saya sepakat dan mendukung saran kader PAN yang menginginkan proses pemilihan Ketua DPD PAN mendatang bebas money politik,” kata Asmawi, Kamis 17 Pebruari 2011.  

Menurut Asmawi, jika proses demokrasi sudah terkontaminasi dengan politik uang atau money politik, maka kredibilitas pemimpin produk dari proses demokrasi itu patut dipertanyakan. Partai Amanat Nasional adalah partai reformis yang konsisten menentang cara-cara orde baru, salah satunya yakni money politik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Kehumasan DPD PAN Kota Tegal, Riyadi KS menyatakan, dalam proses pemilihan Ketua DPD PAN Kota Tegal pada April mendatang yang perlu diwaspadai adalah strategi money politik. Menurutnya, semua kandidat calon ketua yang sudah menyatakan siap terjun dalam bursa pemilihan Ketua DPD PAN Kota Tegal, dipastikan memiliki kredibilitas yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Saya yakin para kandidat itu mampu menciptakan persaingan yang sehat, dan berharap tidak ada yang melakukan money politik. Kemurnian demokrasi lebih utama daripada pembohongan publik dengan money politik. PAN adalah partainya warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab,” kata Riyadi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Politik DPD PAN Kota Tegal, Budi Pangroso. Menurutnya, bagi para kandidat calon ketua agar dapat bersaing secara sehat. Tidak saling membusukkan secara subyektif maupun bertindak curang dengan melakukan money politik. Menurutnya, jika ada kandidat calon ketua yang melakukan dua hal diatas, berarti sudah benar-benar menodai citra partai.

“Jika terbukti ada kandidat yang tidak sehat dalam persaingan dengan melakukan tindak money politik, maka harus ditindak tegas dan pencalonannya dinyatakan batal demi hukum,” tandas Budi.