|
|
Kepala Desa Randusanga Kulon, Ahmad Zaeni menunjukan lokasi tambak yang tenggelam. (Foto: Kuntoro) |
|
PanturaNews (Brebes) - Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak pada abrasi yang terjadi di pesisir pantai utara (pantura) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sepanjang pantura Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, saat ini kondisinya sangat menghawatirkan.
Pemantauan PanturaNews, Senin 14 Pebruari 2011, areal pertambakan di Desa Randusnga Kulon yang tenggelam air laut itu berada di sekitar muara Sungai Sigeleng. Sejauh mata memandang, hanya ada sisa-sisa tanggul yang nampak serta pepohonan mangrove yang akarnya tercerabut.
"Sejak November 2010 lalu, sudah ada 20 hektar lebih tambak yang hilang karena tergerus abrasi. Kami khawatir kondisinya akan semakin parah jika tidak segera ada tindakan pencegahan," ujar Kepala Desa Randusanga Kulon, Ahmad Zaeni sambil menunjukkan bekas-bekas areal pertambakan yang hilang.
Zaeni menjelaskan, saat ini abrasi sudah memenggelamkan pesisir pantai sepanjang 750 meter dari blok pesisir sampai dengan Sungai Truntun. Proyek dumping stone yang dibuat oleh pemerintah di Wilayah Pesisir Desa Randusanga hanya sepanjang 1 kilometer dari muara Sungai Sigeleng sampai dengan blok pesisir.
Ia berharap pemerintah bisa melanjutkan proyek pembuatan dumping stone sampai ke muara sungai, setidaknya sepanjang 1 kilometer lagi. "Kalau pembuatan dumping stun (tanggul dari batu-Red) tidak diperpanjang, dipastikan akan banyak arael pertambakan yang hilang tergerus abrasi.