Direktur dan Pengawas BKK Harus Miliki Kompetensi Manajemen
JAY-Riyanto Jayeng
Senin, 14/02/2011, 18:57:00 WIB

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rahmat Rahardjo (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Posisi Direktur dan Ketua Badan Pengawas (Bawas) Badan Kredit Kecamatan (BKK), harus diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi manajemen. Kompetensi manajemen itu bisa diperoleh melalui test yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI).

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, dari Fraksi PKS, Rahmat Rahardjo, Senin 14 Pebruari 2011.

“Untuk posisi direktur dan badan pengawas BKK, harus diisi oleh SDM yang sudah lolos test BI dan memiliki kompetensi SDM serta manajemen. Karena kompetensi manajemen dan SDM menjadi hal utama yang menjadi sorotan BI selaku lembaga pengontrol BKK,” ujar Rachmat.

Menurut Rachmat, dari kunjungan kerja Komisi II bersama Direktur Bank Pasar, BKK Margadana dan BKK Tegal Barat ke BPR Sumedang, BPR Kota Bandung dan BPR Kabupaten Bandung, 9 sampai 12 Pebruari 2011, dapat diperoleh kesimpulan pada dasarnya sebelum dilakukan merger, BKK maupun BPR itu tidak sehat. Akan tetapi setelah di merger, BKK maupun BPR mengalami kemajuan pesat.

“Di Kota Tegal sendiri, untuk Bank Pasar dan BPR Margadana, Direktur dan Ketua Badan Pengawasnya sudah lolos test BI. Dan dalam mengelola perusahaan juga menggunakan standar operasional perusahaan (SOP) sesuai standar BI. Sedangkan untuk BKK Tegal Barat masih dalam proses test,” tutur Rahmat.

Lebih jauh Rahmat mengatakan, saat ini perihal yang sangat mendesak harus dilakukan Pemkot Tegal untuk menata kembali manajemen perusahaan bkk adalah dengan membuat Perda tentang penyertaan modal. Hal ini dimaksudkan agar modal yang disertakan Pemkot Tegal kepada bkk maupun Bank Pasar mempunyai kekuatan payung hukum.

Sementara, Direktur BKK Tegal Timur, Agan Setiawan, saat dikonfirmasi perihal peningkatan asset BKK-nya mengatakan, sejak BKK di Kota Tegal dimerger, mengalami kenaikan asset yang drastis.

“Jelas sekali sejak dimerger, lima BKK di Kota Tegal mengalami kenaikan kepemilikan asset yang lumayan tinggi. Demikian halnya dengan kenaikan jumlah nasabah. Dengan dimerger, pengawasan maupun audit regular jadi lebih efektif dan efesien,” tandas Agan.