Krisis Mesir, Pengusaha Sarung Tenun Alami Kerugian Besar
JAY-Riyanto Jayeng
Senin, 07/02/2011, 20:45:00 WIB

Ilustrasi sarung tenun.

PanturaNews (Tegal) - Krisis politik di negara Mesir yang memporak porandakan struktur pemerintahan dan perekonomian serta jaringan bisnis, sangat berdampak terhadap sejumlah pengusaha sarung tenun Kota Tegal, Jawa Tengah.

Fakta tersebut sangat dirasakan oleh mereka yang selama ini sudah menjalin kerjasama bisnis dalam penjualan produksi sarung ke negara warisan raja Firaun itu. Salah satu pengusaha sarung tenun Kota Tegal, Jamal Alkatiri mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit, bahkan mencapai miliaran rupiah.

Jamal yang juga pemilik PT Graha Asaputek, salah satu perusahaan sarung tenun terbesar di Kota Tegal itu mennyatakan sejak meletusnya gejolak di tanah Mesir, semua jaringan bisnis ekspor-impor sarung tenunnya mengalami keterpurukan akibat macetnya order.

"Satu kontainer sarung yang seharusnya dikirim ke Mesir pada awal Pebruari 2011 lalu, terpaksa ditunda akibat adanya gejolak politik di sana. Bahkan pesanan untuk Mesir di Minggu kedua di bulan Pebruari ini juga terancam ditunda lagi, karena disana belum nampak pulihnya keadaan. Padahal mulai Januari sampai Mei, pangsa pasar penjualan sarung ke negara Mesir sangat menggiurkan,"tutur Jamal.

Sebagai antisipasi kerugian yang jumlahnya tidak berbilang, Jamal mengalihkan pengiriman sarung ke negeri Jiran, Malaysia, Thailand dan Singapura sambil menunggu pulihnya keadaan di negara Mesir. "Tindakan pengalihan ini hanya siasat agar kami tidak mengalami kerugian yang terlalu besar," tandasnya.