Bahasa Lokal Tegalan, Mengantar LS Meraih Penghargaan Rancage
JAY-Riyanto Jayeng
Kamis, 03/02/2011, 13:23:00 WIB

Seniman Tegalan, Lanang Setiawan (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Seniman dan budayawan Kota Tegal, Jawa Tengah, Lanang Setiawan (LS), telah membuktikan kepiawaiannya dalam mengolah dan mengemas khasanah budaya lokal ke dalam karya sastra.

Kepeduliannya terhadap dunia seni dan budaya dengan mengusung karya sastra berbahasa lokal yang dimulai sejak 1984, telah membuahkan hasil yang gemilang. Di tahun 2011 ini, sebuah yayasan kebudayaan bernama Rancage yang diketuai oleh budayawan nasional, Ayip Rosidi, memberikan penghargaan dan uang Rp 5 juta kepada Lanang Setiawan.

Menurut Ayip, Lanang Setiawan dianggap berhasil dalam memperkenalkan dan mempertahankan bahasa Tegal melalui karya-karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel. Bahkan Lanang Setiawan pada kurun waktu yang cukup lama, pernah menerbitkan sebuah media cetak berbahasa Tegal.

“Karya besar yang menjadi idola adalah terjemahan puisi karya Rendra berjudul ‘Nyanyian Angsa’ yang diterjemahkan Lanang Setiawan ke dalam bahasa Tegal menjadi ‘Tembangan Banyak’. Lanang Setiawan dianggap besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan sastra jawa berbahasa Tegal,” kata Ayip Rosidi dalam siaran persnya, Selasa 01 Pebruari 2011.

Sementara Lanang Setiawan saat dikonfirmasi mengaku sangat bersyukur mendapat perhatian berupa penghargaan dari Yayasan Rancage. Menurutnya, penghargaan serupa juga pernah diraihnya dari Pemerintah Kota Tegal di tahun 2008.

“Saya cukup berbangga dengan bahasa Tegal yang telah mengantarkan saya mendapat penghargaan. Sunggh saya sangat besyukur karena penghargaan ini, saya berharap untuk ke depan banyak lagi generasi Tegal yang leih peduli dengan bahasa dialek Tegalan untuk dituangkan dalam karya kesusasteraan,” tutur Lanang.

Lebih jauh Lanang mengatakan, penghargaan dari Yayasan Rancage persisnya diterima per 01 Januari 2011, akan tetapi untuk penyerahan piagam dan uang sebesar Rp 5 juta akan diserahkan di Bandung pada April mendatang. Lanang menambahkan, dirinya adalah satu-satunya orang Jawa Tengah yang pertama kalinya mendapat penghargaan dari Yayasan Rancage.     

“Saya akan terus berkarya untuk Kota Tegal, karena bagi saya semua yang saya lakukan untuk Kota Tegal belum apa-apa. Sodakohku untuk Tegal tidak akan pernah berhenti,” tandasnya.