Cuaca Buruk dan Paceklik, Ribuan Nelayan Alih Profesi
TK-Takwo Heriyanto
Kamis, 03/02/2011, 12:50:00 WIB

Ratusan perahu nelayan parkir karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. (Foto: Dokumen PanturaNews)

PanturaNews (Brebes) – Ribuan nelayan terpaksa alih profesi merantau ke luar kota menjadi penarik ojek, tukang becak maupun pekerja bangunan, menusul cuaca buruk dan masa paceklik. Profesi dadakan itu dilakukan, karena mereka tidak bisa melaut.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rudi Hartono, Kamis 03 Pebruari 2011. Menurutnya, karena cuaca yang terus memburuk para nelayan tidak berani melaut, ditambah saat ini memasuki masa paceklik.

"Para nelayan ini terpaksa melakukan kerja di luar profesi sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Juga untuk menghindari hutang yang terlanjur dilakukan kepada sejumlah pedagang ikan dan juragan kapal,” ujar Rudi saat dikonfirmasi di Pelabuhan Perikanan Kluwut.

Dijelaskan, jumlah nelayan di Kabupaten Brebes mencapai 9000 orang. Mereka berstatus sebagai buruh kapal milik orang lain. Dalam sepekan terakhir ini, kehidupan para nelayan dan keluarganya sudah sangat memprihatinkan. Kondisi ini yang menjadi alasan HNSI untuk mengajukan bantuan beras gratis kepada Pemerintah Kabupten Brebes.

“Saya hanya minta per kepala keluarga (KK) dibantu beras gratis 10 kilogram, untuk membantu pemenuhan makan sehari-hari,” pinta Rudi.

Ditemui terpisah, salah seorang nelayan asal Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Ahmad Khumaidi (32) membenarkan di masa paceklik dan cuaca buruk, membuatnya tidak bisa melaut. Dia terpaksa mejadi penarik ojek dadakan di kampung, hampir satu bulan.

“Upahnya kecil, kerjanya hanya membantu mengangkut belanjaan tetangga dan antar jembut anak sekolah,” tutur Ahmad yang mengaku masih memiliki tanggungan hutang hingga Rp 2,5 juta kepada juraganya.

Dikatakan Ahmad, upaya untuk melaut selalu dihalangi oleh Syah Bandar Pelabuhan Kluwut yang tak mengeluarkan surat ijin berlayar. Kondisi ini memaksa ia menjadi pengangguran, sehinggan beralih menjadi penarik ojek dadakan yang mangkal di ujung jalan kampungnya.